Urusan cinta sahabat yang berlarut, terkadang membuat kita harus terlibat di dalamnya. Awalnya sih, sebagai mediator, tetapi lama-kelamaan kita jadi tertarik dan terkadang merindukan kekasih sahabat. Kalau sudah begini... perlu menjauhinya atau bagaimana?
Menurut psikolog Monty Satiadarma, peran kita berubah dari mediator menjadi kompetitor bagi sahabat. Boleh jadi sebagian orang menganggap peristiwa ini sebagai ‘kebetulan’ yang kemudian membawa kita ke hubungan interpersonal khusus dengan seseorang. "Akan tetapi jika sejak semula Anda diharapkan membawa peran sebagai mediator, sebaiknya memang Anda menjadi perantara hubungan mereka dan bukan mengambil alih hubungan tersebut. Hendaknya Anda tidak menggunakan kesempatan ini untuk kepentingan pribadi," tegasnya.
Sebaiknya waspadai perubahan peran ini, yang tanpa disadari telah larut ke dalam hubungan emosional yang tidak pada tempatnya. Peran sosial dalam hubungan persahabatan akan terancam. "Anda boleh tidak peduli dengan kondisi ini dan menggunakan kesempatan tersebut untuk mengembangkan hubungan pribadi Anda dengan tunangan sahabat Anda, akan tetapi langkah ini bukan langkah bijaksana. Anda layak melakukan introspeksi perubahan dalam peran sosial ini jika Anda masih berniat mempertahankan persahabatan," saran Monty kembali. (f)