Kecintaannya yang besar terhadap dunia fashion sempat dituangkannya lewat koleksi Langit Bumi rancangannya di fashion show Grazia Glitz & Glam, Jakarta Fashion Week 2015 lalu. Namun, Olivia Jensen (21) menyimpan rencana besar untuk lebih mengeksplorasi passion-nya tersebut. Rencana yang membuatnya rela menolak beberapa tawaran bermain film demi bisa mewujudkannya. “One thing at a time. Karena saya selalu ingin memberikan yang terbaik, bukan sekadar asal jadi,” ungkap wanita berdarah Denmark dan Batak ini, sembari tersenyum.
Terpikat Fashion
“Saya baru pulang kursus fashion design,” ujarnya, ketika diwawancarai femina. Memang, sudah cukup lama ia memendam keinginan untuk membuat fashion brand sendiri. Tapi, ia tidak mau melakukannya tanpa modal ilmu yang cukup. Sementara, kegiatan syuting yang cukup padat membuatnya sulit meluangkan cukup waktu untuk belajar fashion design secara serius.
Fashion memang hal lain yang bisa membuatnya antusias selain film. Cerita serta proses di balik tiap barang-barang fashion yang membuatnya jatuh hati. “Fashion items itu bukan sekadar benda, tapi keseluruhan prosesnya membutuhkan perjalanan panjang. Dari ide, sketsa, hingga akhirnya menjadi baju, misalnya,” cetus peraih nominasi Aktris Pendatang baru Terbaik Indonesia Movie Awards 2010 ini.
Tak heran jika ia berani menerima tantangan membuat koleksi untuk diperagakan di show Grazia Glitz n Glam, Jakarta Fashion Week 2015, meski hanya diberi waktu 1,5 bulan kerja. Hobi mengamati perkembangan tren mode dan memadu-padankan busana menurutnya juga banyak membantu kariernya sebagai aktris. Tanpa perlu menyewa fashion stylist khusus, ia cukup pede untuk menangani urusan personal style-nya sendiri.
Awal tahun 2015, ia berencana meluncurkan fashion brand ready to wear miliknya sendiri, Olivia Jensen. “Memang, sih, teknik fashion design saya belum sempurna. Tapi, belajar itu kan a never ending process. Kalau saya menunggu sampai saya ‘selesai’ belajar, rasanya enggak akan pernah selesai. Jadi, saya mau learning by doing juga,” paparnya.
Demi mewujudkan mimpinya itu, ia harus berbesar hati menolak beberapa tawaran bermain film dalam beberapa bulan ini. “Berat, sih, tapi mungkin itu pengorbanan yang harus saya bayar. Saya juga enggak mau seandainya saya tetap menerima tawaran bermain film, tapi tidak bisa fokus dan total bekerja. Karena dalam tiap hal yang saya kerjakan, saya harus bisa memberikan yang terbaik,” ujar putri Benny Jensen dan Viviani Lubis ini, lugas.
Prinsip bekerja dengan fokus dan penuh totalitas itu pula yang membuatnya memilih menunda kuliah untuk saat ini. “Bukannya saya tidak menganggap pendidikan penting, tapi saya tidak ingin sekadar kuliah, lalu nilainya pas-pasan karena juga sibuk bekerja. Jika waktunya tepat, saya pasti akan kuliah,” jelas wanita yang ingin kuliah fashion design di Paris atau Milan ini.(Eka Januwati)