Saya mencintai pria yang berbeda keyakinan. Namun, kami harus berpisah karena ibunya sangat menentang hubungan kami. Meski bukan pacar lagi, dia masih memperlakukan saya seperti pacarnya. Tapi, saya juga melihat ia genit pada wanita lain di akun Twitter-nya. Saya memintanya untuk tidak menghubungi saya kembali, tetapi ia menolak. Kini saya merasa gamang karena saya telah memiliki pacar, namun masih berhubungan dengan mantan kekasih yang masih saya cintai.
Sheila - Jakarta
Menurut Psikolog Irma Makarim, bisa dimengerti bahwa akan berat untuk mengakhiri sebuah hubungan kasih. Apalagi bila kedua belah pihak masih saling mencintai. Tetapi, jika setelah pertimbangan matang dan Anda berdua tetap mengambil keputusan untuk berpisah, maka kedua belah pihak harus menghormati dan menjalani keputusan ini dengan bertanggung jawab. Dengan kata lain, setelah berpisah kedua belah pihak harus memberi kesempatan kepada mantan pasangannya untuk meneruskan hidupnya kembali.
Kalau Anda memang sudah memutuskan untuk membina hubungan dengan orang lain, Anda harus menghormati hubungan yang Anda bina. Dengan terus berhubungan dengan mantan kekasih, berarti Anda tidak menghargai hubungan ini serta kekasih Anda saat ini. Apakah Anda mau diperlakukan seperti itu?
Sedangkan menurut Psikolog Monty Satiadarma, Anda sudah memintanya agar tidak lagi menghubungi Anda, Tetapi, ia masih menghubungi Anda dan Anda sendiri memberi respons kepadanya. Anda tak harus memberi respons, jika tak ingin dihubungi. Jika Anda masih menanggapi, artinya Anda masih bersedia dihubungi. Hal ini akan menimbulkan konflik terus-menerus dalam diri Anda. Andalah yang memiliki kewenangan atas akses komunikasi Anda, dan berhak menanggapi atau tidak siapa pun yang menghubungi Anda.
Anda tak ingin diperlakukan sebagai pacar, ya, jangan biarkan orang lain memperlakukan diri Anda demikian. Ia bisa menolak permintaan Anda, begitu pula sebaliknya. Anda tak harus selalu menuruti permintaan orang lain. Selain itu, melalui Twitter Anda menemukan sisi genitnya. Mungkin saja ia gemar menjadi pemikat dan dipuja orang. Jangan-jangan Anda sudah menjadi salah seorang korban pikatannya. Waspadalah.(f)