Kegigihan serupa juga hadir dari sosok Anis Hidayah, Direktur Eksekutif Migrant Care yang tak henti memperjuangkan nasib para pahlawan devisa. “Saya berusaha memperjuangkan hak-hak buruh migran khususnya para perempuan. Satu-satunya modal yang kami miliki adalah suara. Jadi, Migrant Care takkan berhenti menyuarakan agar kebijakan negara harus menjadikan perempuan sebagai perspektif utama untuk melindungi hak-hak kaum perempuan yang rentan menjadi korban kekerasan maupun pemerkosaan." Tidak heran, bagi Anis, membela hak asasi para TKI bukan sekadar pekerjaan, tapi sudah menjadi napas hidupnya.
Sutradara dan produser film Nia Dinata memilih medium lain untuk 'bersuara.' "Sebagai sineas, saya tidak hanya ingin sekadar berkarya dan mengikuti tren. Film karya saya akan lebih berarti apabila bisa menyuarakan suara kaum minoritas kepada khalayak luas," ujar Nia yang telah melahirkan sejumlah film yang mengangkat kisah perempuan minoritas seperti Berbagi Suami, dan Perempuan Punya Cerita.
Woro Hartari Trianti
Baca juga:
Perspektif Peran dalam Keluarga #wanitabicara