Food Review
Tergiur Sepotong Cappucino

10 Sep 2014


Saat penikmat kuliner di Jakarta sedang berburu martabak Nutella atau Toblerone, warga Bandung justru membuka tren baru lewat martabak cappuccino racikan Martabak Nikmat Andir. Buah pemikiran Amen dan dua saudara laki-lakinya ini lekas menjadi primadona sejak kemunculan perdananya. Saat mampir ke Kota Kembang, femina pun rela blusukan malam hari ke ruko depan Pasar Andir demi mengobati rasa penasaran.    
Sejatinya, sejak tahun ‘70-an martabak berjargon ‘Fresh Fruit From Hot Pan’ ini sudah ngetop karena penggunaan ragam buah sebagai isi. Namun, revolusi rasa dimulai pada tahun lalu.
Komposisi adonan martabak tetap sama, hanya saja Amen menambahkan variasi rasa untuk kulit martabak, antara lain rasa pandan, cokelat, black forest, kopi, dan cappuccino. “Semua rasa dibuat homemade, sehingga cukup ditambahkan ke adonan dasar martabak setelah pembeli menentukan rasa pilihannya,” jelas Amen. Perlu dicatat, Amen pantang mendiamkan adonan semalaman agar mengembang baik saat dipanggang. Semua dibuat  tiap pagi!
Setelah menentukan rasa, pelanggan dapat memilih tingkat kematangan, ketebalan, serta permintaan lain seperti dimasak hingga kering. Segera Amen menuang adonan ke dalam loyang berdiameter 27,5 cm. Dengan panas yang cukup, martabak lekas mengembang, dibarengi bagian tepinya perlahan mengering.
Kenikmatan martabak cappuccino meningkat saat ditambah susu kental manis, keju, dan krim cappuccino. Setelah dilipat, bagian luar martabak juga diolesi mentega. Tekstur kulit yang legit diiringi manis-gurih dari isi, kompak di lidah.
Advertisement
Coba juga martabak pandan tipis rasa jagung keju. Sayangnya, karena bertekstur basah, Amen tidak menyarankan untuk dibawa sebagai oleh-oleh. (AS)

Alamat:
Jl. Jend. Sudirman 413, Bandung, Jawa Barat. Telp: (022) 6015386.  Jam buka: 17.00-22.00 WIB. Harga: Rp18.000-Rp96.000. Suasana: Ruko dengan gerobak martabak. Dilengkapi ruang santap dengan 4 meja dan kursi yang terbuat dari batang pohon.






 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?