Sejak awal saya tertarik dan menikah dengan suami karena kebaikan hatinya, bukan fisiknya. Namun belakangan, fisiknya yang overweight makin membuat saya ilfil. Sementara saya selalu menjaga pola makan dan olahraga, ia sama sekali tidak berusaha. Saat saya katakan bahwa berat badannya mengganggu kehidupan seks kami dan memintanya menurunkan berat badan, ia curiga saya selingkuh. Setelah saya yakinkan bahwa saya selalu setia, ia pun merasa tenang. Sayangnya, itu sama sekali tidak membuatnya berusaha berubah. Terus terang, ini membuat saya tidak bahagia. Mengapa ia tidak peduli perasaan saya? Kami sudah memiliki satu anak.
Olla - Jakarta
Menurut psikolog Irma Makarim, seseorang yang sejak lama mengalami kelebihan berat badan biasanya sudah sering mendapatkan teguran, berbagai komentar dan masukan dari lingkungannya. Ada yang bermaksud baik dan memberi semangat untuk menurunkan berat badannya, ada juga yang menghakimi bahkan mengolok-olok. Ini sering kali menurunkan rasa percaya dirinya.
Jika suami membiarkan dirinya terus terperangkap dalam masalah berat badan, dan melihat ini sebagai kekurangannya, maka ia tak lagi bisa melihat betapa bernilainya dirinya sendiri. Ini akan diikuti oleh rasa percaya diri yang kurang baik. Dampaknya akan muncul dalam bentuk rasa cemburu. Ia akan merasa terancam atau dibayangi kecemasan akan kehilangan Anda.
Memang tak mudah menyelesaikan masalah kelebihan berat badan, tetapi ini bisa dilakukan. Bagi mereka yang mengalami kesulitan untuk menolong dirinya sendiri, adanya bantuan orang yang mencintainya serta kemauan keras dari diri sendiri biasanya akan membawa hasil yang baik. Bantu suami dengan ikhlas dan jangan terlalu mengambil hati terhadap sikap suami, jika kelihatannya tidak menghargai atau mencintai Anda. Memang sulit bagi suami yang tidak mencintai atau menghargai dirinya sendiri untuk membagi cintanya atau menghargai Anda. Selain mengajaknya makan makanan sehat, jangan bosan mengajak suami berolahraga bersama.
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, kecemasan Anda terhadap kondisi fisik suami memang beralasan. Ada baiknya Anda berkonsultasi langsung dengan ahli gizi karena amat boleh jadi ada hal-hal fisik yang terpengaruh oleh kelebihan asupan makanan ke dalam tubuh. Sebaiknya Anda menghubungi tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan laboratoris guna mengantisipasi kemungkinan adanya masalah dalam tubuhnya. Jika segala sesuatunya berada pada rentang normal, barulah ada kemungkinan masalah psikologis ikut menyertai masalah kekurang seimbangan kondisi fisik suami.
Kelangsungan kesehatan merupakan salah satu landasan kesejahteraan hidup keluarga. Boleh jadi suami kurang peduli pada masalah ini karena ia merasa kurang memiliki waktu untuk menata keseimbangan makan dan berolahraga. Kekurangwaspadaan yang berkepanjangan dapat menimbulkan gangguan permanen di kemudian hari. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu, dan tentu Anda harus berkonsultasi dengan dokter.(f)