Yang paling terlihat jelas adalah sebidang dinding ungu di ruang keluarga, dengan tekstur bata yang terekspos alami. Dinding bata ini adalah dinding tambahan yang dipasang menutupi dinding asli apartemen, sekadar sebagai penambah daya tarik visual. Bata tambahan yang dipasang adalah bata potongan yang ketebalannya hanya separuh dari bata biasa, sehingga tidak memakan banyak tempat dan tentu lebih ringan.
Masuk ke area yang lebih privat, yaitu kamar tidur, tampak material lain yang tak kalah mencolok teksturnya. Warna kecokelatan hadir dari penggunaan parket kayu pinus dari lantai hingga ke dinding, memberi citra ruang yang hangat dan homey. Motif urat kayu dan ‘mata’ pada tiap lembar parket dipertahankan dan hanya diberi lapisan natural finishing sehingga tampak rustic.
Ide mengekspos tekstur asli material pada interior ini efektif untuk memberi kenyamanan pada indra perasa penghuninya. Ada kesan hangat ketika si pemilik berjalan masuk menyentuh lantai ataupun dinding parket. Dan, untuk lebih menyatukan tema interior secara keseluruhan, warna ungu yang jadi benang merah interior tetap diterapkan pada headboard tempat tidur dan aksesori lainnya. (f)