Pria yang satu ini sempat mencuri hati penonton ketika bermain sebagai Quicksilver dalam The Avengers: Age of Ultron (2015). Namun, seperti karakternya yang bisa berlari secepat kilat, dengan secepat kilat juga ia menghancurkan hati penonton di akhir film. Pemilihan Aaron Taylor-Johnson sebagai Quicksilver atau Pietro Maximoff itu begitu tepat. Karena Aaron yang berdarah Inggris ini memiliki tatapan setajam es yang memancarkan kerapuhan sekaligus kedinginan tertentu, seperti Pietro yang masa kecilnya kelam dan penuh dendam.
Sebagai bagian dari Avengers, sudah pasti tubuh Aaron lulus ‘ujian’ masuk sebagai superhero. Namun berbeda dengan Thor yang memang dewa dan perkasa, Quicksilver lebih slim, gesit, dan fleksibel di segala gaya dan kesempatan. Ia juga tidak perlu memakai kostum yang berlebihan. Cukup Spandex yang meliuk ketat di tubuhnya, jutaan hati pun meleleh di tangannya.
Hal terakhir namun tak kalah penting yang membuat pria yang bernama asli Aaron Perry Johnson ini semakin seksi adalah cintanya pada wanita matang, yaitu Sam Taylor-Wood, istrinya yang berusia 24 tahun lebih tua. Jatuh cinta saat terlibat dalam film Nowhere Boy (2009), mereka menikah lalu mengganti nama belakang masing-masing dengan Taylor-Johnson, perpaduan nama keduanya. (f)