Tahun 2015 boleh dibilang menjadi tahun milik Empire, serial televisi produksi Fox. Serial yang berkisah tentang drama keluarga Lucious Lyon (Terrence Howard) yang saling telikung dalam membesarkan imperium bisnis musik hip hop ini meraih sukses fenomenal, yang bahkan tidak disangka oleh para pembuatnya. Tak disangkal, di antara deretan nama besar para pemain, Taraji P. Henson (44) menjadi salah satu faktor sukses Empire yang kini masuk season 2 ini lewat perannya sebagai Cookie. Inilah buah manis perjuangan Taraji selama 15 tahun sejak ia memulai kariernya di Hollywood.
Dianggap sukses memerankan karakter Cookie, Taraji pun baru-baru ini dinominasikan dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik di ajang Emmy Award untuk serial drama. Sebelumnya, karakter Cookie juga membuatnya memenangkan BET Award dan the Critics’ Choice Television Award, keduanya untuk Best Actress.
Peran ini memang membuat wanita kelahiran Washington D.C, 12 September 1970, ini melesat menjadi artis paling dibicarakan di Hollywood. Meski dalam sebuah diskusi yang diadakan The Hollywood Reporter, Taraji sempat mengatakan bahwa sesungguhnya ia membenci Cookie. “She’s stolen my identity!” katanya, yang disambut tawa pendengarnya.
Menurut Taraji, saat ini ke mana pun dia pergi, orang-orang akan memanggilnya Cookie, bukan namanya. “Teman-teman saya pun tiap ketemuan tidak bosan-bosan membahas Cookie dan tidak mau beralih ke topik lain,” sambungnya, gemas. Siapa yang menyangka, Taraji awalnya tidak terlalu tertarik untuk mengambil peran itu. Ia merasa ketakutan. “Setelah membaca skrip, saya berkata pada diri sendiri, ‘Oh my God, Cookie bahkan jauh lebih besar dari kehidupan ini. Kamu akan membencinya atau justru akan mencintainya,’” katanya.
Ia menambahkan, salah besar bila orang menyangka bahwa karakter Cookie itu hasil elaborasinya dari karakter beberapa wanita yang ia kenal. “Sejujurnya, saya terinspirasi dari ayah saya. Siapa pun yang mengenal ayah saya akan menyukainya atau justru membencinya karena dia selalu berkata jujur. Saat di salah satu episode saya menyebut seseorang yang bau rambutnya seperti bau bokong kambing, kalimat itu saya ambil dari ‘koleksi’ ayah saya,” katanya, disambung tawa.
Selain cerdas, Cookie juga ditampilkan sebagai wanita matang yang sensual. Ia paling tahu bagaimana bisa tampil mengguncang dengan paduan coat bulu dan hanya sepotong lingerie di dalamnya. Pada usianya saat ini, tentu saja apa yang dilakukan Taraji yang tak cemas memamerkan siluet tubuhnya yang jelas tidak berukuran 2, adalah sebuah ‘pencapaian’.
Sudah bukan rahasia bahwa umur masih menjadi isu yang besar bagi para aktris untuk tetap cemerlang dengan karier yang diperhitungkan di Hollywood. Tak banyak aktris yang berhasil melewati barrier ini. Bahkan, aktris sekelas Maggie Gyllenhaal yang berusia 37 tahun mengaku bahwa ia pernah dibilang terlalu tua dan tidak lagi cukup seksi untuk berperan menjadi kekasih karakter pria berusia 55 tahun!
Lalu, apa rahasia Taraji? “Saya sudah berhasil memaksa diri untuk mencintai semua aspek dalam tubuh saya,” ujarnya. Ibu satu anak ini mengatakan, menerima dan mengenal lekuk tubuhnya dengan baik adalah faktor yang membuatnya selalu percaya diri dan bisa maksimal tampil di depan kamera. Dia sudah melatih ‘kemampuan’ itu sejak pertama kali terjun ke dunia akting.
Taraji tampil telanjang di depan kamera bahkan pada film Hollywood pertamanya, Baby Boy (2001). “Saya tahu, scene itu pasti harus saya lalui. Saya ingat, saya berpikir, ‘Taraji, kamu tidak boleh melakukannya.’ Lalu, saya benar-benar pulang ke rumah. Sampai di rumah, saya melepas seluruh baju yang saya pakai, lalu berdiri di depan cermin dan melihat seluruh lekuk tubuh saya hingga akhirnya saya bisa menerima semuanya. Keesokan hari, saya merasa sangat bebas, dan saya sudah siap,” ujarnya. (f)