Lebih lanjut Sylvina menjelaskan, dalam panel interview ada tiga dimensi dalam menilai kandidat karyawan. Pertama, melihat kesesuaian kandidat dengan budaya perusahaan. Kedua, melihat kemampuan teknis dan kompetensi kandidat. Ketiga, melihat soft skill kandidat, seperti perilaku dan personalitas. "Ketiga dimensi ini akan diwakili oleh pewawancara yang berbeda dan dari divisi yang berbeda pula," katanya.
Berikut ini saran Sylvina agar sukses menghadapi panel interview.
1. Kenali pewawancara Anda
Ada baiknya ketika Anda mendapat panggilan wawancara tanyakan dengan sopan wawancara seperti apa yang akan Anda hadapi, sehingga Anda bisa mengantisipasi keadaan dan mengatur mental untuk berhadapan dengan lebih dari satu pewawancara.
Tak ada salahnya bertanya siapa saja yang akan mewawancara Anda dan apa jabatannya. Dengan begini, Anda bisa mencari informasi tentang orang-orang tersebut, seperti siapa yang jabatannya paling tinggi dan siapa penentu keputusan.
Jika Anda tidak mendapatkan informasi tentang siapa yang mewawancarai Anda, di awal perkenalan Anda boleh bertanya dengan santun siapa nama dan jabatan orang yang mewawancarai Anda.
2. Curi perhatiannya
Hal terberat dalam panel interview adalah Anda harus mampu mencuri perhatian semua orang yang ada di hadapan Anda. Meski begitu, Anda juga harus pandai-pandai mengambil hati orang yang memiliki jabatan tertinggi karena ia yang akan mengambil keputusan. Jika Anda tak tahu, Anda harus pandai membaca situasi.
Menurut Sylvina, salah satu cara menarik perhatian pewawancara adalah dengan memberikan kesan yang baik. Perhatikan nama masing-masing pewawancara saat mereka memperkenalkan diri. Dengan demikian, Anda bisa menyebutkan nama pewawancara saat menjawab pertanyaannya. Misalnya: "Untuk menjawab pertanyaan Bapak Anwar…." Dengan cara ini, Anda bisa memberikan rasa kedekatan sekaligus menetralisasi suasana yang tegang.
3. Body language
Body language Anda tentu akan mendapat perhatian. Dalam panel interview, Anda harus melakukan kontak mata dengan beberapa orang. Hindari kontak mata yang hanya tertuju pada satu orang. Sebaliknya, saat menjawab, Anda harus bisa melakukan kontak mata dengan pewawancara yang mengajukan pertanyaan, dan sesekali juga melihat pada pewawancara lainnya.
4. Kendalikan emosi
Besar kemungkinan ketika wawancara berlangsung Anda akan diberondong pertanyaan. Menghadapi situasi seperti ini Anda harus pintar mengatur emosi.
Menurut Sylvina, di antara para pewawancara pasti ada yang sifatnya lebih menenangkan. Sesekali menatap kepada pewawancara ini bisa menenangkan kecemasan di dalam hati. Dengan demikian, Anda akan lebih konsentrasi menjawab pertanyaan.
5. Pahami etikanya
Tren yang terjadi belakangan adalah panel interview yang dilakukan di restoran atau kafe. Terutama untuk tingkat manajer ke atas. Jika Anda mengalaminya, maka perhatikan etika yang berlaku. Lihat dulu pesanan pewawancara sebelum Anda memesan makanan atau minuman. Sebaiknya pesan saja minuman. Jika memesan makanan, jangan memilih makanan dengan harga tinggi serta cara makan yang sulit.