Meski demikian, segala bentuk bantuan yang Anda berdua berikan kepada adik-adiknya seharusnya disesuaikan dengan kemampuan. Keterbatasan kekasih harus dikomunikasikan pada adik-adiknya. Dengan begitu, mereka akan menyadari kondisi kakak mereka yang sebenarnya. Minta kekasih untuk lebih terbuka dalam mengungkapkan hal ini dan tidak berusaha memikul semua beban seorang diri.
Kondisi ini mungkin membuat Anda merasa kurang nyaman, tapi begitulah kenyataannya. Ambil sisi positifnya. Di tengah kondisi ini Anda berdua diberi kesempatan untuk melihat hubungan yang telah Anda bina. Sebelum melanjutkan hubungan ke jenjang perkawinan, jujurlah menilai apakah Anda berdua bisa saling memahami. Kesiapan atau ketidaksiapan Anda mendampinginya akan menentukan arah hubungan Anda berdua.
Sedangkan menurut Monty Satidarma, memberikan santunan begitu saja, tanpa memberi alternatif solusi, sama halnya dengan meruntuhkan keberdayaan orang yang disantuni. Makin Anda menjadikan diri sebagai tempat bergantung, adik-adik kekasih akan makin manja dan terbuai. Secara tak sadar Anda telah ikut membuai mereka.
Jika Anda dan kekasih betul-betul ingin membantu, berikan uang sesuai kebutuhan rutin adik-adik saja. Untuk hal-hal mendadak, mereka harus belajar memenuhinya sendiri. Biarkan mereka mencari solusi agar timbul rasa tanggung jawab dalam diri mereka. Sesuai dengan pertumbuhan mereka, Anda bisa mulai mengurangi tunjangan, sehingga lama-kelamaan mereka menjadi pribadi yang mandiri.
Adik yang sudah menyelesaikan pendidikan harus didorong untuk segera bekerja dan tak lagi mendapat tunjangan. Dengan begitu, Anda tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga pada pengembangan kemandirian mereka. Bicarakan rencana ini kepada kekasih Anda. Yakinkan bahwa ini bukanlah untuk menelantarkan mereka, tetapi melatih disiplin. Tanpa berlatih mandiri sejak muda, sulit bagi mereka melakukannya setelah dewasa.