Sebelas minggu sebelum albumnya keluar, Sam Smith tiba-tiba mengejutkan penonton Saturday Night Live di Amerika Serikat. Tampil langsung dengan iringan paduan suara --Sam membawakan dua lagu Stay with Me dan Lay Me Down-- adalah debutnya di dunia musik Amerika yang terkenal sulit ditembus. Nyatanya, keberanian Sam membawa hasil jauh lebih tinggi dari yang diharapkan. Publik Amerika menyukai suaranya. Dalam semalam, ia langsung dikenal di negeri yang asing baginya. Terbukti, saat albumnya rilis di Amerika, Juni tahun lalu, dalam satu minggu 166.000 album berhasil terjual, sebuah rekor untuk penyanyi pria Inggris yang baru mencoba peruntungan di Amerika.
Tapi, sukses tidak terjadi dalam semalam. Seperti juga kebanyakan artis, Samuel Frederick Smith tidak mendapatkan itu dengan mudah. Semua dimulai sejak ia masih kanak-kanak. Jarak dari rumah ke sekolahnya yang cukup jauh, membuat Sam kecil terbiasa menyimak lagu-lagu dari penyanyi favorit ibunya, Aretha Franklin dan Whitney Houston, dan mulai menirukannya. Menyadari bakat Sam, kedua orang tuanya memasukkan Sam ke sebuah kursus vokal di kota asalnya, Cambridgeshire, sekitar dua jam berkendara dari London, Inggris. Gurunya sendiri seorang penyanyi jazz. Memiliki pelatih vokal saat suara kanak-kanaknya ‘pecah’ membantunya menemukan warna suara yang luas seperti saat ini.
Meski beberapa manajemen artis menjanjikan karier gemilang, nyatanya ia hanya berhasil tampil di acara kantor ibunya, menjadi penyanyi latar gurunya, dan mendapat peran-peran kecil di teater musikal di kota kelahirannya. Bayangkan, ia sudah gonta-ganti sembilan manajer. Untunglah Sam tidak menyerah, atau kita tidak akan pernah menikmati suaranya yang menurut Beyonce ‘seperti mentega’.
Jalan mulai terbuka saat Sam manggung di sebuah pub dan ditemukan oleh tim manajemen Mansion Artits Ltd. Mereka mempertemukan Sam dengan Jimmy Napes, penulis lagu yang mengajaknya menulis lagu Latch untuk duo electronic, Disclosure. Tak hanya ikut menulis, Sam juga ikut mengisi suara. Tak disangka, Latch menjadi hit saat diluncurkan Oktober 2012. Otomatis Sam yang ikut dalam tur Disclosure pun mulai dikenal di kalangan musikus Inggris.
Ini menarik perhatian Nick Raphael dan Jo Charrington dari London Records (kini Capitol U.K.) yang segera mengontrak Sam. Tapi, kesempatan ‘tampil’ sendiri belum tiba. Sam kemudian berkolaborasi dengan Naughty Boy dalam lagu La La La, yang lagi-lagi menjadi hit pada tahun 2013. Baru di akhir tahun 2013, ia betul-betul tampil sebagai dirinya sendiri lewat single Money On My Mind. Strategi yang tepat. Publik Inggris yang sudah mengenalnya pun segera menerima lagunya.
Menghadapi popularitasnya kini tidak membuat Sam jumawa. Sam yang masih tak percaya saat disapa Beyonce, salah satu idolanya, mengatakan, berapa pun penghargaan yang ia dapat, ia selalu berusaha mengingatkan diri sendiri. “’Ini baru album pertama. Kamu tidak bisa bilang kamu benar-benar ditakdirkan hidup untuk music, kalau belum punya tiga atau empat album.’ Sejak awal tujuan saya adalah karier yang panjang,” ujarnya. Ia masih merasa harus banyak belajar mengenal dirinya sendiri, menemukan potensi yang ia miliki, sambil menikmati masa mudanya. “Yah, saya kan masih 22 tahun,” ujarnya.(NF)