Food Trend
Sudah Pernah Coba?

27 Sep 2013

?    Rujak bebek
Apa hubungannya antara bebek dengan rujak bebek? Baca dan lafaskan huruf ?e? pada kata ?bebek? yang pertama sebagaimana Anda mengucap kata ?becak? atau ??pena?, dan baca kata ?bebek? di belakang ?rujak? sebagaimana membaca kata ?beras? ataupun ?benang?. Jadi, memang tak ada hubungan di antara keduanya.
     Bebek yang menyertai kata ?rujak? di atas  merupakan sinonim dari kata ?tumbuk? dalam bahasa Betawi ataupun bahasa Jawa. Istilah ?dibebek? berarti mengacu pada arti ?ditumbuk terus-menerus hingga hancur luluh?. Kata kerja ini selaras dengan teknik atau cara membuat rujak bebek, yang sesungguhnya merupakan genre rujak buah-buahan yang diolah dengan cara menumbuk (ngebebek kata anak Betawi) semua   buah berikut bumbu hingga lumat. Peranti yang dipakai yaitu alat tumbuk tradisional berupa lumpang dan alu yang terbuat dari kayu.
Mau coba bikin rujak bebek  di rumah? Berikut ini caranya.
    Cuci bersih 2 buah jambu biji; 2 buah pisang batu; 2 buah ubi jalar kupas,  2 bengkuang   kupas,  4 buah kedondong kupas; 12 buah lobi-lobi merah atau jambu kancing. Tumbuk 8 buah cabai merah, 2 sdt terasi bakar, 200 g gula jawa, 2 sdt asam jawa, garam secukupnya. Setelah halus, masukkan potongan  bahan rujak sambil terus ditumbuk hingga hancur kasar.
Berkat proses penumbukan ini keluar cairan alami buah yang bercampur dengan bumbu rujak. Dan, terciptalah rasa yang ?berani?, asam-pedas-manis-sepat. Ini yang membuat orang ketagihan!


?    Rujak gobet
Ini adalah bentuk lain olahan rujak buah. Bedanya, rujak yang juga populer dengan nama  rujak serut ini diolah dengan cara menyerut sebagian besar buah segar yang menjadi bahannya.
Racikannya terdiri dari jeruk bali (kupas, suwir-suwir), mangga mengkal (serut,  paling enak pakai mangga indramayu), mentimun (kupas, buang bijinya, serut),   bengkuang (kupas, serut), pepaya mengkal (kupas, serut),  dan kedondong (kupas, serut). Semua bahan rujak yang sudah diserut itu kemudian dicampur dengan bumbu   rujak yang dibuat lebih encer (dimasak dahulu dengan tambahan air). Aduk rujak hingga rata dengan bumbu. Rujak gobet ini lebih nikmat disajikan dingin dengan cara disimpan dahulu dalam lemari es beberapa saat.
Rujak pengantin
Seperti sudah diungkap di awal tulisan, ragam rujak Indonesia juga dihidangkan dalam bentuk campuran buah dan sayur-mayur. Ada jenis hidangan rujak tradisional nyaris meminggirkan semua bahan buah dan hanya menggunakan bahan sayur-mayur, sehingga lebih menyerupai gado-gado, lotek, atau  hidangan mi siram. Ada pula rujak yang menggunakan tahu sebagai bagian bahan utama, sehingga disebut rujak tahu.  Salah satu rujak yang nyaris meniadakan ragam buah sebagai bahan utama, dan malah menggunakan irisan lontong dan emping goreng, adalah rujak pengantin.
Konon, disebut rujak pengantin karena dulunya, menu yang lebih cocok masuk kategori salad daripada rujak ini  hanya disajikan pada jamuan pernikahan. Terutama, di daerah Bogor.
Bahan-bahan yang dipakai untuk membuat rujak  pengantin di antaranya kentang kukus,  mentimun (diiris tipis),  kol (diiris halus), nanas (dipotong-potong), daun selada, telur rebus, dan emping goreng sebagai taburan. Selain itu, masih ada tambahan ?anggota?, yaitu tahu goreng dengan bumbu bawang putih yang dipotong kotak-kotak.
Sausnya berupa saus kacang tanah yang ?mewah? dengan paduan cita rasa manis, asam segar (karena ada tambahan cuka), sedikit pedas, serta diperkaya dengan tambahan ebi. Pantaslah jika ?rujak? yang satu ini selalu jadi primadona di meja prasmanan pesta pernikahan!
Rujak soto
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, lain budaya lain pula sajian kuliner rujaknya. Tak percaya? Silakan mampir ke Banyuwangi. Di ujung timur Pulau Jawa itu ada sajian kuliner khas bernama rujak soto. Ya,  rujak yang dihidangkan dengan menyiramkan kuah soto berikut irisan babat yang menjadi isinya.
Ada banyak penjual rujak soto di Banyuwangi. Cukup dengan Rp10.000, kita sudah puas menikmati kuliner khas Kota Gandrung ini. Ada Mbok Pon yang mangkal di depan bekas Bioskop Irama, hingga beken sebagai warung Rujak Soto Irama. Ada pula warung Mbok Tien di Jl Musi, Welaran. Dalam bahasa Osing (bahasa daerah Banyuwangi), kata ?mbok? berarti kakak perempuan atau mbakyu dalam bahasa Jawa.
    Pembeli akan selalu ditanya, ingin berapa cabai? Pesanan lantas ditanggapi  dengan ngulek bumbu (kacang tanah, cabai, gula merah, petis, plus rawit merah gemuk sejumlah permintaan) di cobek batu cukup besar. Ke dalam bumbu lantas dimasukkan rebusan  kacang panjang, taoge, kangkung, dan tahu-tempe goreng. Irisan babat yang telah direbus disusun menumpuk di bagian atas. Kuah soto yang encer kekuningan, pasti berkat bumbu kunyit, menghilangkan bau amis babat. Ada rasa khas, campuran rasa  kluthuk dan petis udang, menggoyang lidah di antara kuah pedas asin itu.
Uniknya, penjual rujak soto juga selalu menyediakan minuman berupa es temulawak, yang diramu dari bahan temulawak, kapulaga, cengkih, dan gula aren. Harganya, Rp2.000 per gelas. Nikmat, segar, dan mampu menghilangkan rasa pedas rujak soto.
Rujak juhi
Ini hidangan khas  Betawi yang juga kerap disebut mi juhi. Bentuk penyajiannya seperti mi  siram yang dibubuhi  suwiran juhi, daging  sotong  atau cumi-cumi besar yang sudah dikeringkan. Cumi-cumi berbeda dengan sotong, juga gurita. Cumi-cumi  berbentuk pipih, lonjong, dengan ujung tubuh pipih, sedangkan sotong bulat gempal, nyaris berbentuk kotak, berdaging tebal dan dengan ?tulang? di bagian bawah tubuh.
Ada dua macam sajian, yakni rujak juhi kering (karena menggunakan daging juhi yang sudah dikeringkan, dan karenanya bisa disuwir-suwir) dan rujak juhi basah (menggunakan irisan daging sotong segar yang telah direbus,  disebut juga mi sotong).
Kunci kelezatan rujak juhi terletak pada tata cara menyiapkan juhinya. Juhi alias cumi-cumi ukuran jumbo yang sudah dikeringkan ini direndam air panas terlebih dahulu. Setelah mulai lunak, tiriskan hingga kering. Selanjutnya, juhi digarang atau dipanggang dalam oven beberapa saat hingga kering dan beraroma. Tujuannya, untuk melenyapkan bau amis, sekaligus mematangkan cumi kering. Selanjutnya, juhi ditumbuk sampai pipih melebar, agar lebih mudah disuwir-suwir. Suwiran juhi dengan aroma ?smokey? yang nikmat itulah yang menjadi penanda makanan khas Betawi ini.
Bahan-bahan yang dipakai untuk meracik mi juhi terbilang sederhana. Kentang kukus  yang digoreng sebentar, mi kuning basah, mentimun, daun selada, emping goreng, dan siraman bumbu kacang. Lalu, diberi sentuhan akhir berupa taburan suwiran juhi yang menggunung.
Pedagang mi juhi kualitas premium sering kali mencampur bumbu kacang tanah dengan kacang mete. Supaya gurihnya bumbu lebih mantap di lidah, begitu alasannya.

Rujak pengantin
Seperti sudah diungkap di awal tulisan, ragam rujak Indonesia juga dihidangkan dalam bentuk campuran buah dan sayur-mayur. Ada jenis hidangan rujak tradisional nyaris meminggirkan semua bahan buah dan hanya menggunakan bahan sayur-mayur, sehingga lebih menyerupai gado-gado, lotek, atau  hidangan mi siram. Ada pula rujak yang menggunakan tahu sebagai bagian bahan utama, sehingga disebut rujak tahu.  Salah satu rujak yang nyaris meniadakan ragam buah sebagai bahan utama, dan malah menggunakan irisan lontong dan emping goreng, adalah rujak pengantin.
Konon, disebut rujak pengantin karena dulunya, menu yang lebih cocok masuk kategori salad daripada rujak ini  hanya disajikan pada jamuan pernikahan. Terutama, di daerah Bogor.
Bahan-bahan yang dipakai untuk membuat rujak  pengantin di antaranya kentang kukus,  mentimun (diiris tipis),  kol (diiris halus), nanas (dipotong-potong), daun selada, telur rebus, dan emping goreng sebagai taburan. Selain itu, masih ada tambahan ?anggota?, yaitu tahu goreng dengan bumbu bawang putih yang dipotong kotak-kotak.
Sausnya berupa saus kacang tanah yang ?mewah? dengan paduan cita rasa manis, asam segar (karena ada tambahan cuka), sedikit pedas, serta diperkaya dengan tambahan ebi. Pantaslah jika ?rujak? yang satu ini selalu jadi primadona di meja prasmanan pesta pernikahan!


?    Keripik rujak
Dunia kuliner Indonesia tak pernah berhenti berkembang. Ide-ide baru, resep-resep baru, hadir menjangkau pasar selera lidah lebih luas. Juga di kalangan rujak-rujakan. Kabar gembira datang dari Kota Bandung dan Malang, lewat kehadiran produk berskala ekspor: keripik rujak. Yang kini paling banyak diminati penggemar adalah keripik rujak buatan Mamah Enung dari Bandung.
Ya,  keripik  ini dibuat dari irisan berbagai umbi dan buah-buahan yang digoreng renyah, tapi dengan rasa rujak! Persisnya, keripik ini dibuat dari campuran umbi-umbian (kentang, singkong, ubi ungu, talas) dan buah-buahan (apel, nanas, rambutan, kelengkeng, salak, mangga, jambu batu) yang diberi bumbu, lantas digoreng kering sebagai keripik, dan dikemas dalam kantong kedap udara plus label produknya. Saat dikunyah, terasa berbeda di tiap kepingnya. Aha...!


Advertisement




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?