Ada lagi kisah menyedihkan yang dialami dua orang penyandang disabilitas. Ketika Trian ingin membuka rekening di sebuah bank swasta, ia ditolak petugas tanpa alasan jelas. Setelah mengumpulkan 4.187 tanda tangan, Trian berhasil mengubah kebijakan bank tersebut yang mempersulit tunanetra untuk menjadi nasabah. Sama halnya dengan Cucu Saidah, pemakai kursi roda, yang mengumpulkan 1.761 tanda tangan dan berhasil mengubah kebijakan sebuah maskapai penerbangan terhadap penyandang disabilitas.
Jumlah tanda tangan di atas belum seberapa bila dibandingkan dengan jumlah tanda tangan yang diperoleh Wilwatikta, Badan Pelestarian Pusaka Indonesia, dan Jaringan Pelestarian Majapahit. Mereka mengumpulkan 10.306 tanda tangan, membawanya ke Bupati Mojokerto dan Gubernur Jawa Timur, dan sukses menggagalkan pembangunan pabrik baja di Trowulan, kawasan yang pernah menjadi ibu kota Kerajaan Majapahit.
Menurut Arief Aziz, co-founder Change.org Indonesia, platform tempat petisi-petisi ini dibuat, dari sekitar 440.000 anggota tercatat ada 922 petisi yang digagas di sepanjang tahun 2013. Tema yang terbanyak adalah hak asasi manusia, lingkungan, dan pendidikan. Sekitar 76% petisi dibuat oleh lembaga, 24% dibuat oleh perorangan.
Kategori petisi yang paling banyak menjaring tanda tangan adalah hak asasi binatang (337.907), lingkungan (134.635), hak asasi manusia (65.647), kesehatan (21.060), dan kebudayaan (18.929). Dari data ini Arief mengungkapkan bahwa tanda tangan terbanyak justru terdapat pada isu kesejahteraan satwa, terutama dengan banyaknya kejadian tragis yang menimpa satwa di tahun 2013.
“Tiga petisi dengan dukungan terbanyak adalah kematian gajah yang gadingnya hilang di Aceh, sirkus keliling lumba-lumba yang hanya ada di Indonesia, dan kesejahteraan hidup satwa di Kebun Binatang Surabaya,” ungkap Arief.