Dulu sebelum menikah, suami selalu memanjakan saya dengan berbagai hadiah dan mengajak saya ke tempat-tempat indah dan romantis. Ia juga menjanjikan bulan madu ke tempat yang eksotis. Namun janjinya tak dipenuhi. Kini saya malah sering kesepian karena sering ditinggal suami bekerja. Jenny – Bekasi
Menurut psikolog Irma Makarim, Sepertinya suami tahu bahwa materi dan kemewahan yang ia berikan sangat penting untuk mendapatkan cinta Anda. Karena itu ia merasa perlu melimpahi Anda dengan hadiah dan janji-janji indah. Namun, sikapnya yang mengumbar janji tidak dapat dibenarkan sepenuhnya.
Bila sikapnya sebelum dan sesudah menikah sangat berbeda, tentu ada alasan di balik itu. Mungkin suami Anda berharap, sesudah menikah Anda akan mencintainya apa adanya.
Sebaiknya bicarakan perasaan dan keberatan Anda kepada suami. Meski pembicaraan seperti ini dapat membuka kenyataan yang mungkin menyakitkan, setidaknya Anda dapat lebih jujur mengungkapkan harapan yang terpendam.
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, mungkin benar Anda menjadi korban janji-janji indah suami. Namun sesungguhnya Anda sendiri yang membiarkan diri terlalu mudah terbujuk kata-kata manis, tanpa mencari tahu kondisi suami yang sebenarnya. Anda tak usah terlalu lama berharap. Anda harus berubah dan berjanji pada diri sendiri untuk tak lagi menanti hal yang tidak pasti. Jalanilah hidup berdasarkan kenyataan.
Rasa sepi yang Anda alami biasanya muncul karena Anda tidak memiliki kegiatan yang bisa memberi makna bagi diri Anda sendiri. Jika Anda tidak bekerja di sebuah institusi tertentu, mungkin ini saatnya membekali diri dengan kemampuan yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan diri Anda sendiri, seperti kursus keterampilan.
Aplikasikan ilmu dan keterampilan yang Anda miliki dalam kegiatan-kegiatan yang berguna dan memberi dampak positif bagi orang di sekitar Anda. Misalnya, dengan membuka usaha di rumah, memberi pelajaran pada anak-anak di sekitar rumah, atau ikut kegiatan sosial. Intinya, Anda harus melakukan sesuatu.(f)