Sex & Relationship
Suami Tak Lagi Ceria

19 Mar 2014


Sudah hampir dua tahun belakangan saya merasa suami sangat berubah. Dulu ia periang, penuh perhatian, bahkan romantis. Kini ia sering mengurung diri di kamar kerjanya, pendiam, kaku, serius, dan moody. Saya mencoba bertanya kepada teman kerjanya, ternyata mereka juga merasakan hal yang sama. Saya sampai harus ngotot kalau ingin mengajaknya pergi bersama anak kami atau sekadar ngobrol di rumah. Ia malah bilang saya terlalu banyak menuntut. Usaha apa yang harus saya lakukan?

Sonya - Bekasi

Menurut Psikolog Irma Makarim, jangan terus membandingkan sikap suami saat pacaran dengan setelah menikah, perasaan Anda hanya akan diliputi kekecewaan. Jangan pula berpikiran negatif. Berkurangnya romantisisme bukan berarti cinta suami kepada Anda berkurang. Perubahan itu mungkin saja terjadi karena suami menjadi lebih fokus melakukan pekerjaan sebagai bentuk tanggung jawab memberi nafkah bagi keluarganya. Secara tidak sadar,  itu telah memengaruhi sikapnya sehari-hari. Akibatnya, perhatian yang ia berikan kepada keluarga pun berubah. Jika suami merasa Anda terlalu banyak menuntut, bisa jadi ia juga punya masalah dengan sikap Anda.
Jangan biarkan ini berlarut-larut. Ketidakpuasan yang Anda berdua rasakan harus segera dibicarakan. Solusi akan lebih mudah ditemukan jika Anda berdua sama-sama mengubah sikap dan reaksi. Mulailah dari diri Anda sendiri. Ciptakan kebahagiaan sendiri dengan melakukan berbagai hal yang mampu membuat diri Anda berkembang dan merasa berharga. Nikmati hidup Anda tanpa perlu terpengaruh oleh sikap suami. Dengan begitu, Anda tidak menggantungkan kebahagiaan pada suami dan tidak terlalu sibuk merasakan kekurangan suami.
Lebih baik Anda memfokuskan diri pada kebaikan dan beri penghargaan pada kerja keras suami. Katakan dan tunjukkan bahwa Anda siap membantu kapan pun ia memerlukannya.  Ciptakan kebersamaan tanpa paksaan. Caranya, dengan menjaga komunikasi dan buat suami merasa nyaman sehingga ia bisa terbuka berdiskusi dan menyampaikan pikiran dan perasaannya kepada Anda.

Advertisement
Menurut Psikolog Monty Satiadarma, kondisi suami yang murung dan cenderung menarik diri dari lingkungan pergaulan dan menyendiri di tempat kerja mungkin berhubungan dengan perasaan tertekan, atau ada hal yang menghambat suami untuk berinteraksi sosial. Namun, ia sulit mengungkapkannya karena tak ingin terlihat lemah dan tak berdaya di mata orang lain, terutama teman-teman kerjanya.

    Hindari sikap yang menuntut suami melakukan sesuatu yang tidak ia senangi. Jangan menambah beban suami dengan berbagai tuntutan. Berusahalah sabar hingga kelak suami mau membuka dirinya. Meski hal itu tidak terjadi, janganlah Anda mendesak dan memaksa. Cukup katakan bahwa Anda siap mendengarkan masalahnya dan menjadi tempat bersandar. Ciptakan rasa nyaman. Setelahnya, Anda tinggal bersabar dan menunggu.

    Memaksakan keinginan tidak akan memberikan hasil yang Anda inginkan. Sebaliknya, jika terus berulang, suami justru merasakan itu sebagai ancaman. Desakan Anda akan menambah kesal suami. Ia malah akan memilih jalan menghindar sebagai bentuk pertahanan diri.

    Yang suami perlukan adalah tempat untuk berbagi. Namun, saat ini, tempat itu justru menimbulkan ancaman bagi dirinya. Jadikanlah diri Anda sebagai tempat yang aman baginya untuk berbagi perasaan. Jika ia merasakan hal ini, lambat laun ia akan membuka diri.(f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?