Ternyata, bukan hanya urusan rumah tangga maupun pekerjaan yang menyebabkan Anda mengalami stres. Latihan kardio –seperti berlari maupun bersepeda– yang sangat intens dan berlebihan pun bisa membuat Anda stres. Dan saat stres, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak hormon kortisol. Hormon itu sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk menjaga sel-sel tubuh tidak rusak saat mengalami stres.
“Tetapi kalau kadarnya sudah terlalu tinggi, otot yang merupakan protein bisa ikut didestruksi atau dihancurkan, sehingga massa otot malah berkurang,” ujar dr. Rachmad Wishnu Hidayat, SpKO, spesialis kedokteran olahraga di AnHo Bio Prima Clinic, Semanggi, Jakarta.
Gawatnya, hormon kortisol yang meningkat dapat menyebabkan tubuh menyimpan lemak lebih banyak, yang terutama akan terakumulasi di daerah perut. Maka, orang yang stres akan cenderung memiliki lingkar perut lebih besar, alias buncit.
Diet: Anda dapat mengendalikan stres dan menurunkan kadar hormon kortisol dengan mengonsumsi makanan yang kaya protein, karbohidrat dan lemak. Pilih beragam makanan hasil laut yang tinggi kandungan asam lemak omega-3 dan zinc, serta perbanyak asupan vitamin yang tergolong antioksidan, seperti vitamin C, yang terkandung dalam kiwi, paprika merah, dan aneka sayuran hijau. Hindari minuman yang mengandung kafein.
Olahraga: Berolahraga sebetulnya akan menghambat pembentukan hormon kortisol, yang membantu Anda berpikir lebih jernih. Namun, olahraga dengan intensitas tinggi, apalagi dengan durasi yang lama, justru akan meningkatkan kadar hormon kortisol, Jadi, sebaiknya kurangi porsi latihan kardio Anda hingga tinggal separuhnya saja. Yang paling baik, lakukan olahraga low impact, seperti pilates dan yoga, atau jalan kaki, selama 30 menit. (f)