Fenomena bangkitnya street food juga sedang terjadi di Amerika Serikat, dalam bentuk food truck yang keren. Kota Portland misalnya, kini dilabeli sebagai ibu kota food truck. “Puluhan food truck berjajar di Portland, biasanya di distrik bisnis, dan menjual jajanan kaki lima gaya baru,” ujar Brett Burmeister, food blogger ngetop yang femina temui di World Street Food Congress 2013, di Singapura.
Selera telah berkembang dari sekadar burger dan hotdog, menjadi sajian khas pendatang. Menurut Anthony Bourdain dan Pemimpin Redaksi majalah Saveur-Amerika Serikat, James Oseland, sajian kreatif ini bisa lebih nikmat daripada resto!
Yang sedang booming di antaranya Euro Trash Food Cart, milik politikus kenamaan Charles Thomas. Fishy Chips (gorengan anchovies) dan Squidfana (sandwich berisi calamari dan coleslaw) jadi antrean.
Di Los Angeles hadir Kogi Food Truck. Roy Choi, sang pemilik, yang keturunan Korea, menciptakan hidangan Korea dengan sentuhan Meksiko. Bergerak sedikit ke San Jose, ada The WOW Truck. Khas dengan Silog (nasgor Filipina), gawean 3 sahabat keturunan Filipina.
Ada pula Claus Meyers, pemilik resto Noma di Denmark, yang menyajikan laksa, poh pia, hingga roti prata dan martabak. Bayangkan, sajian peranakan ini hadir di meja resto berperingkat jawara di banyak food guide itu! Ia melakukan advokasi untuk mengembalikan street food ke jalanan Denmark. Dengan catatan, sebisa mungkin organik agar lebih sehat.
Urusan jajanan kaki lima kini disadari bukan ilmu remeh. Perguruan tinggi Shatec dan At Sunrice Global Chef Academy di Singapura memasukkan street food ke dalam kurikulum wajibnya. Ini juga menjawab keinginan muda-mudi yang ingin berwirausaha dengan cara membuka kedai sendiri. Menarik!
MAHARANI DJOEIR, TRIFITRIA S. NURAGUSTINA