Career
Ssst! Ada Mata-Mata di Kantor

15 Jun 2011

Seperti Closed Circuit Television (CCTV) alias kamera pengaman di kantor, ia beraksi. Ia merekam segala gerak-gerik rekan kerja dan bawahannya selama jam kerja. Dan, bila menemukan kesalahan atau sedikit kejanggalan saja, ia langsung melaporkan kepada bos. Sebenarnya, sampai batas mana seseorang boleh memata-matai rekan kerja dan bawahannya?

Informan atau mata-mata (dalam tanda kutip) di kantor adalah orang yang melihat-lihat, bahkan mencatat kesalahan orang lain, baik rekan sekerja maupun bawahan, untuk kemudian ia laporkan kepada atasan. Informan di kantor ini biasanya ada dua macam, yakni orang yang menjadi informan di kantor karena dimintai tolong oleh atasannya sendiri dan informan sukarela.

Apa pun alasannya menjadi informan, sesungguhnya cara itu tidak etis. Lebih parah lagi, kegiatan memata-matai itu bisa merusak suasana kerja yang kondusif. Bayangkan, bagaimana seseorang bisa bekerja dengan nyaman, kalau setiap saat ia dibayangi ada ‘mata’ lain yang akan dengan sigap melaporkan kesalahannya.
Advertisement

Kalau informan ini juga sebagai atasan, dan hobi melaporkan kesalahan dan ketidakdisiplinan bawahan kepada bos yang kedudukannya lebih tinggi, sementara sumbangan pemikiran, keahlian, dan bimbingannya terhadap bawahan dinilai minim, maka ia akan dianggap gagal sebagai pemimpin. Nilai gagal bukan hanya dari bawahan, tetapi juga dari atasan.

Selain itu, walaupun kegiatan memata-matai ini mungkin (seolah-olah) mendekatkan informan ini pada bos, bukan berarti hasil memata-matainya itu diukur sebagai penilaian plus untuk pekerjaannya. Kalau bicara ukuran kinerja, menjadi informan sama sekali tidak masuk dalam hitungan prestasi kerja. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?