Dr. Merli Zilawanti, dokter estetika yang menggawangi spa di Rumah Sakit Puri Mandiri Kedoya, mengatakan, pada spa medis, pemijatan pun harus diperhatikan. “Harus berdasarkan anatomi tubuh dan susunan saraf dari si pasien. Jika mau dilakukan spa, kami perlu tahu lebih dahulu sejarah penyakitnya,” ungkapnya.
Pendukung Upaya Penyembuhan
Merli menegaskan, bahwa spa ini tidak bertujuan untuk menyembuhkan layaknya obat, tetapi untuk mendukung upaya penyembuhan yang lebih cepat. Kebanyakan, pasien yang melakukan terapi spa adalah pasien yang selesai menjalani rawat inap di rumah sakit. “Karena terlalu banyak berbaring dan kurang gerak, mereka sering mengalami keram otot dan pegal-pegal. Perawatan spa mampu memulihkan fungsi otot yang tegang dan membuat pasien lebih segar,” ungkap wanita yang juga bertugas meracik obat herba untuk kepentingan pasiennya ini.
Dalam spa medis, semua ramuan herba yang dipakai (oil massage, scrub/lulur, aromaterapi, dan obat herba) terjamin. Artinya, telah teruji secara klinis oleh dokter bahwa ramuan tersebut tidak memiliki dampak buruk pada pasien. Terapisnya pun harus memiliki sertifikat pelatihan profesional yang disyaratkan oleh Kementerian Kesehatan.
Dan, kalau biasanya Anda bisa bebas menentukan jenis minyak aromaterapi sesuai keinginan, maka tidak demikian di spa medis. Dalam hal ini, aromaterapi medis merupakan pendekatan medis dengan menggunakan minyak esensial murni dari herba yang biasanya telah diracik sendiri oleh dokter ahli. “Dalam terapi spa medis, minyak esensial ini dipilih berdasarkan pemeriksaan dan diagnosis dokter, dan hanya diresepkan dokter,” ungkap Merli.
Afra Arumdati