Baik wanita maupun pria yang berselingkuh umumnya tidak sepenuhnya menyesali perbuatannya, sekalipun itu dilakukan dengan gadget-nya sendiri, dan tidak melibatkan perselingkuhan secara fisik. Perselingkuhan pada dasarnya terjadi ketika seseorang kembali merasakan excitement yang tidak lagi bisa didapat dari pasangan, namun bukan berarti ia sudah tidak lagi mencintai pasangannya.
"Lewat layar gadget, ada hal yang dipandang lebih menarik dan punya potensi untuk ‘dikejar’, baik itu game, media sosial, atau bahkan urusan pekerjaan. Ini membuat seseorang merasa lebih baik dibandingkan dengan kondisinya dalam hubungannya dengan pasangan," paparnya.
Teknologi seolah tampak lebih menarik daripada interaksi fisik, karena orang tidak menyelesaikan masalah yang ada dalam hubungannya dengan pasangan. Gadget akhirnya menjadi salah satu bentuk pelarian untuk menyibukkan diri, yang bisa membuat seseorang merasa lebih baik ataupun mendapat pujian dari orang lain. Hal ini dipandang lebih menarik dibandingkan menghadapi kenyataan bahwa ada hal-hal yang harus dituntaskan dalam hubungannya. (f)