Menurut psikolog seksual Zoya Amirin, teknologi tidak bisa dipersalahkan. Banyak orang tidak menyadari bahwa teknologi tidak serta-merta memperbaiki cara berkomunikasi mereka. Secanggih apa pun teknologi yang digunakan seseorang, belum tentu ia bisa menggunakannya dengan bijak disertai etika berkomunikasi, sehingga bermacam gadget pun dibiarkan menginterupsi aktivitas sehari-hari begitu saja. Selain itu, teknologi juga tidak bisa menggantikan personal attachment yang seharusnya timbul lewat komunikasi.
"Bila hubungan Anda dan pasangan baik-baik saja, adanya gadget justru dapat mempermudah hidup. Anda akan tahu dengan sendirinya, kapan harus mematikan gadget Anda, dan kapan harus meminta izin pasangan untuk mengakses gadget di tengah waktu berduaan, sehingga pasangan akan merasa dihargai keberadaannya. Jika tidak, bisa saja ketika Anda mematikan gadget, Anda akhirnya malah mencari ‘pelarian’ lain," paparnya.
Maka, jika Anda berencana untuk mematikan semua gadget Anda demi meningkatkan kualitas hubungan, bicarakan dahulu dengan pasangan, mengapa Anda berdua perlu melakukannya, karena bisa saja pangkal masalahnya bukan di sana. Jujurlah pada diri sendiri dan pasangan tentang mengapa Anda merasakan apa yang Anda rasakan. (f)