Hasil riset menunjukkan bahwa 80% pelancong asal Indonesia menentukkan destinasi liburan berdasarkan persyaratan aplikasi visa. Dan, menurut jajak pendapat terhadap 7.000 responden dari Indonesia, Singapura, Filipina, Korea, Thailand, India dan Cina, sebanyak 81% orang Asia menyukai ide pengadaan sistem visa tunggal seperti syitem visa yang diterapkan oleh negara-negara Schengen (22 negara Uni Eropa dan 3 negara Eropa lainnya) untuk diberlakukan di kawasan ASEAN. Selain itu, sistem visa timbale balik atau reciprocity system antara negara juga meraih dukungan sebesar 87% dari total peserta dengan 90% dukungan suara dari responden Indonesia.
Banyak pula traveler Indonesia yang mengeluhkan soal rumitnya proses permohonan visa, dimana 13% mengatakan pernah melakukan kesalahan dalam proses aplikasi visa, bahkan seperlima dari mereka pernah ditolak permohonan visanya.
Dalam jajak pendapat yang sama, Skyscanner juga menanyakan kepada responden negara mana yang paling ingin dikunjungi jika tidak perlu repot mengurus visa, tiga negara tujuan favorit adalah Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Sayangnya, sampai saat ini pemegang paspor Indonesia hanya dapat mengunjungi tidak lebih dari 30 negara dunia yang bebas visa. (WHT)