Health & Diet
Sisi Baik Lemak

21 Sep 2015

Lemak selama ini lekat dengan label penyebab kegemukan dan biang keladi sejumlah penyakit kardiovaskular. Tak heran jika kemudian banyak orang –terutama yang tengah menjalani diet berat badan– alergi pada lemak dan memilih tak menyentuhnya sama sekali. Padahal, anggapan ini tak sepenuhnya benar.
   
“Untuk menjalankan fungsinya dengan baik, tubuh juga membutuhkan asupan lemak, sebagaimana butuh karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral,” ujar ahli nutrisi dr. Marya W. Haryono, MGizi, Sp.GK dari RS Siloam Kebun Jeruk, Jakarta.

Ada beberapa jenis lemak, yaitu lemak jenuh, tak jenuh, trans, dan kolesterol. Masing-masing memiliki peran bagi tubuh. Tak semua lemak harus kita hindari. “Yang perlu dibatasi adalah lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol, sementara lemak yang baik dikonsumsi adalah lemak yang berasal dari makanan yang mengandung lemak tak jenuh atau lemak esensial sumber omega-3 dan omega-6,” kata dr. Marya.  

Omega-3 dan omega-6 merupakan lemak tak jenuh ganda esensial yang memiliki fungsi menurunkan low density lipoprotein (LDL), yang disebut kolesterol jahat, menurunkan risiko penyakit jantung, stroke dan kanker, serta berperan dalam fungsi otak. Disebut esensial, karena  tubuh tidak mampu memproduksinya sendiri sehingga perlu dikonsumsi dari luar tubuh. Sedangkan omega-9 merupakan lemak tak jenuh tunggal yang dapat diproduksi tubuh, namun ada baiknya tetap dikonsumsi karena berfungsi membantu menurunkan LDL,  meningkatkan high density lipoprotein (HDL), dan membantu mengontrol kadar gula darah.
Advertisement
   
Lemak berfungsi sebagai pembentuk membran sel, cadangan tenaga, dan penghantar vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, K) dalam makanan. Lemak juga melindungi tubuh dari udara dingin, berperan dalam sistem saraf, pembentukan beberapa hormon, dan peningkat sensasi rasa nikmat pada makanan. Sementara, kolesterol diperlukan oleh tubuh antara lain untuk membuat asam empedu yang berguna bagi penyerapan lemak makanan, komponen dalam pembentukan hormon yang berhubungan dengan karakter seksual.
 
“Seseorang yang kekurangan asam lemak esensial, bahan baku pembentukan lemak, akan mudah mengalami kerusakan sel. Sebuah sel dilapisi membran. Jika membran itu rusak akibat kekurangan lemak sebagai pembentuknya, fungsi saraf dan hormon-hormonnya juga rentan terganggu,” jelas dr. Marya.

Yang juga perlu dicermati adalah kekurangan asam lemak esesial atau kolesterol pada anak-anak akan berakibat buruk pada tumbuh kembangnya, Beberapa gejala kekurangan lemak yang parah akan menimbulkan gejala, seperti gangguan menstruasi, kulit kering, gatal-gatal, dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada anak. (f) 




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?