Karena memiliki ukuran berat badan yang kurang, kemampuan tubuh mereka untuk memproduksi keringat jadi sedikit. Sementara itu, aktivitas mereka biasanya menguras banyak keringat.
2. Lansia
Kemampuan tubuh mereka untuk menahan air jadi berkurang, kepekaan terhadap sinyal haus berkurang, dan kemampuan beradaptasi dengan suhu lingkungan menurun. Ditambah lagi, mereka juga mudah lupa (termasuk lupa makan dan minum), karena mungkin tidak ada yang melayani. Kondisi tersebut akan lebih parah, jika mereka memiliki penyakit menahun (misalnya diabetes), yang membuat mereka sering buang air kecil.
3. Atlet
Makin lama waktu berolahraga (apalagi di tempat yang panas dan lembap), risiko terjadinya dehidrasi akan makin besar. Bahkan, dehidrasi yang dialami dapat berlangsung hingga berhari-hari.
4. Penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi.
Mereka yang memiliki penyakit diabetes, amat rentan mengalami dehidrasi. Sedangkan bagi penderita hipertensi, yang umumnya mengonsumsi obat-obatan berefek samping diuretik, harus lebih tanggap terhadap kondisi kekurangan cairan. Bahkan, kondisi flu atau nyeri tenggorokan juga bisa memicu seseorang untuk malas minum.
5. ’Orang gunung’
Ketika kita hendak mencapai ketinggian tertentu, tubuh memberi isyarat berupa sering buang air kecil dan napas terengah-engah. Makin cepat frekuensi pernapasan, makin banyak pula cairan tubuh yang hilang. (f)