Celebrity
Sia Furler Melawan Depresi

2 Sep 2015


Darah seni Sia Furler mengalir dari ayahnya, Phil Cholson, yang seorang musikus Australia. Ibunya, Leone Furler, berprofesi sebagai dosen bidang seni. Sia kecil sudah sering menirukan lagu-lagu Aretha Franklin, Stevie Wonder, dan Sting. Ia memulai karier bermusiknya sebagai penyanyi dengan bergabung dengan band lokal beraliran acid jazz, Crisp, di usia 17 tahun.

Tahun 1997, grup band-nya retak dan ia memutuskan pindah ke London untuk menyusul cinta pertamanya, Dan. Ketika sedang    transit di Thailand, ia menerima kabar bahwa Dan meninggal karena kecelakaan mobil. Ia kembali ke Australia dan beberapa saat kemudian seorang teman Dan mengundangnya untuk tinggal di London.
    
Di London, suatu saat seorang temannya menyuruhnya mengikuti jam session. “Ketika saya bernyanyi, ada seorang musikus menghampiri saya untuk menjadi manajer saya.  Belakangan saya tahu dia seorang pengedar narkoba,” ungkapnya kepada The Sydney Morning Herald.  

Sia lantas menjalin relasi dengan banyak musikus lokal di Inggris. Tahun 2000, ia merilis album Healing is Difficult, yang berisi kesedihan hatinya karena kematian Dan. “Saya sangat terpukul setelah Dan meninggal. Saya bahkan tak bisa merasakan apa pun,” ujarnya kepada The Sunday Times.     
   
Berbeda dengan kehidupan asmaranya yang hancur, jalan karier bermusiknya justru kian bersinar. Lagu Breath Me sukses merajai tangga lagu di beberapa negara Eropa, seperti Inggris, Denmark, dan Prancis. Lagu tersebut juga menjadi soundtrack serial televisi HBO, Six Feet Under, yang membuat nama Sia dikenal di Amerika Serikat. Sejak itulah, Sia sering tampil di berbagai acara musik di Amerika Serikat.

Advertisement
Dalam perjalanan menuju kesuksesannya, tahun 2010 Sia berjuang keras mengatasi depresi dan ketergantungan pada alkohol. Saat tur konsernya keliling Amerika Serikat, ia mengaku kecanduan obat antidepresi dan didiagnosis dokter menderita bipolar disorder. Bulan Juni 2010, beberapa konsernya dibatalkan karena alasan kesehatan. Melalui akun Twitter-nya, @Sia, ia menyatakan menderita autoimun dengan kadar tiroid yang berlebihan.   

Bulan September 2010 Sia bahkan pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan mengonsumsi narkoba. Ia mengatasi hidupnya yang kacau dengan  mendaftarkan diri ke sebuah recovery program untuk para pecandu alkohol. Shia kemudian rehat sejenak dari kesibukannya bermusik.

Beberapa saat kemudian, Sia mengambil keputusan penting dalam kariernya. Jonathan Daniel, sahabatnya, menyarankan Sia agar mulai aktif menulis lagu untuk penyanyi lain. “Saya tidak tahu bagaimana menulis lagu pop, namun Daniel meyakinkan saya bisa,” ujarnya kepada New York Times.  

Wanita aktivis di organisasi penyayang binatang ini kembali menggebrak dunia dengan meluncurkan lagu Elastic Heart pada bulan Oktober 2013. Lagu ini kemudian terpilih menjadi soundtrack film The Hunger Games: Cathing Fire.

Bulan Juli 2014, Sia mengeluarkan album ke-6 berjudul 1000 Forms of Fear yang sukses terjual sebanyak 52.000 kopi pada minggu pertama penjualan. Lagu Chandelier masuk 4 nominasi Grammys 2015: Record of Song of the Year, Song of the Year, Best Pop Performance, dan Best Music Video. Kesuksesan albumnya ini seperti cambuk  baginya untuk berkarya lebih baik lagi. “Saya superproduktif. Saya ingin membuat lebih banyak lagu pop untuk penyanyi lain,” ujar wanita yang menikah dengan sutradara Erik Anders Lang,  pada Agustus 2014 di Australia, ini. (f) 




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?