Banyak yang harus dipertimbangkan ketika memilih cat rambut. Hindari sebisa mungkin cat rambut yang mengandung peroksida, jika kulit kepala Anda termasuk sensitif. Selain itu, menurut dr. Inong, SpKK dari Jakarta Medical Center, saat memilih pewarna rambut, Anda harus bisa mengetahui kondisi rambut Anda: tebal atau tipis, berminyak, kering, atau normal. Karena, tiap rambut memiliki toleransi yang berbeda-beda dengan produk cat rambut yang sama.
Pewarnaan rambut mempercepat munculnya uban.
Faktanya, rambut beruban merupakan proses alami yang akan muncul seiring pertambahan usia, dan proses pewarnaan rambut memiliki fungsi untuk menutupi uban tersebut. Zat peroksida, baik dari senyawa hidrogen maupun alkalin, yang umum terdapat dalam produk pewarna rambut biasanya hanya akan menyerang permukaan, lapisan kutikula, bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medula) rambut.
Pewarnaan rambut mempercepat kerontokan rambut.
Kerontokan merupakan salah satu fase alami pada rambut manusia. Tiga fase pertumbuhan normal rambut dimulai dari fase anagen (pertumbuhan) selama 1.000 hari, fase katagen (transisi) selama 14 hari, dan fase telogen (istirahat) selama 100 hari. Menurut dr. Susi Wong, Spk, kerontokan rambut dapat dikatakan wajar jika jumlahnya antara 50-100 helai. Masalah yang sering ditimbulkan dari pewarnaan rambut adalah rambut yang tidak sehat, kering, kusam dan patah, namun tidak menyebabkan kerontokan.
Sekali diwarnai, rambut harus terus diwarnai.
Siklus pertumbuhan rambut tentunya tidak dapat dihentikan. Karenanya, untuk menjaga rambut tidak belang karena warna rambut asli yang mulai muncul dari akar rambut baru, memang disarankan untuk melakukan pewarnaan ulang. Apalagi jika warna cat rambut yang dipilih sangat terang dan kontras dengan warna rambut asli. Namun, tidak perlu mewarnai seluruh rambut untuk menghindari rambut menjadi kering Cukup warnai bagian akar rambut yang telah berbeda warna. Triknya, pilih satu warna di bawah warna cat rambut yang digunakan agar terlihat alami. (f)