Di mata Ratih Ibrahim, wajar jika bertambahnya usia, membuat pertimbangan wanita dalam menyeleksi pasangan makin beragam. Pemicunya adalah faktor kematangan dan kemapanan.
Picky seperti apa yang merugikan? Jawabannya adalah pilih-pilih yang tidak realistis. Misalnya, baru mau memiliki pasangan, kalau si dia berwajah tampan, berperilaku sopan, setia, punya karier cemerlang, dan hartanya segudang. Sosok sesempurna ini jelas tidak eksis di dunia.
Bahkan, sosok yang mendekati sempurna saja bikin repot yang menyukainya. Dengan segala poin plusnya, otomatis saingan pun berjubel. Terlalu ketat dan terobsesi dengan standar tinggi justru membunuh kesempatan bertemu dengan pria, yang bisa jadi sebenarnya adalah jodoh Anda. (f)