2. Potonglah pengeluaran yang tak perlu. Misalnya, hentikan keanggotaan Anda di sebuah pusat kebugaran, jika Anda memang jarang menggunakannya. Untuk apa Anda membuang uang cukup besar untuk sesuatu yang tak Anda perlukan? Padahal, uang tersebut bisa Anda alokasikan untuk kepentingan lain. Contoh lain, Anda mungkin sangat sering berkirim SMS karena satu kali pengiriman hanya Rp300. Tidak mahal. Tapi, tanpa Anda sadari, perbincangan lewat SMS itu justru menghabiskan banyak pulsa. Dalam satu kali perbincangan, Anda bisa mengirim SMS paling tidak 10 kali. Akan lebih hemat jika Anda langsung menelepon dan berbicara seperlunya saja.
4. Pakailah uang tunai untuk pembelian yang bersifat impulsif. Misalnya, ketika sedang berjalan-jalan di supermarket, ketika Anda tak memerlukan apa pun, tiba-tiba Anda menginginkan cokelat. Meskipun cokelat itu terbilang mahal (paling tidak, batasan harganya sudah bisa membuat Anda mengeluarkan kartu kredit), gunakanlah uang tunai. Dengan demikian, Anda akan langsung bisa menyadari jumlah uang yang telah Anda belanjakan di luar rencana.
5. Untuk kenyamanan Anda ketika ditugaskan ke luar kota, tak ada salahnya membawa kartu kredit. Tapi, satu saja cukup, bukan? Membawa banyak kartu kredit hanya akan membuat Anda lebih tergoda untuk membeli yang tak perlu. Apalagi, jika batasan kartu kredit itu cukup besar. Dengan membawa satu kartu kredit, Anda akan memperhatikan batasannya dan kemudian membatasi keinginan untuk berbelanja. (f)