Saat ini Perilaku Hidup Bersih Sehat (PBHS) di Indonesia masih minim,diperlukan pengenalan, penyadaran kesehatan yang membentuk kebiasaan hidup sehat di masyarakat.
Secara nasional persentase pencapaian rumah tangga berperilaku hidup bersih sehat baru mencapai 53,89%, dan hasil riset menunjukkan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dapat mencegah kejadian diare hingga 50% dan ISPA hingga 45%.
PT Unilever Indonesia melalui misi sosial sabun Lifebuoy menyelenggarakan program Gerakan 21 Hari (G21H) pada 2012 untuk membentuk kebiasaan sehat di 1.370 SD di 10 provinsi dengan total siswa mencapai 364.645 orang. Dari jumlah siswa tersebut sebanyak 264.271 berhasil membentuk kebiasaan sehat Perilaku Hidup Bersih Sehat (PBHS) khususnya dengan Cuci Tangan Pakai Sabun(CTPS) minimal di 5 saat penting selama 21 hari secara berkesinambungan. Lima saat penting tersebut adalah sebelum makan pagi, sebelum makan siang, sebelum makan malam, dan setelah dari toilet, serta mandi menggunakan sabun.
“Satu upaya penting untuk menjaga kesehatan dan mewujudkan Indonesia yang lebih sehat adalah melalui tindakan preventif dengan menerapkan PBHS khususnya dengan CTPS,” ujar Sancoyo Antarikso, External Relations Director and Corporate Secretary, PT Unilever Indonesia.
Menurut Dra. Maura Linda Sitanggang Ph.D, Direktur Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, kegiatan preventif yang murah dan efektif ini dapat mencegah masalah kesehatan, seperti disentri,diare,ispa, radang tenggorokan, iritasi kulit.
“ Prilaku yg ditanamkan secara dini bisa dilanjutkan hingga dewasa,sehingga dapat berkontribusi menyehatkan generasi anak kita selanjutnya. Perlu diketahui bahwa cuci tangan pakai air saja tidak cukup, dan kurang efektif dibandingkan CTPS. Penggunaan sabun bisa meluruhkan lemak dan kotoran yg mengandung kuman dengan cara menggosokkan ke telapak tangan,punggung tangan, sela-sela jari dan seluruh kuku.Setelah itu baru dikeringkan dengan tissue atau handuk kering,” urai Dra. Maura.
Sebagai bentuk apresiasi Lifebuoy juga memberikan apresiasi kepada para mitra, guru, siswa, sekolah dan kader terbaik dalam menerapkan G21H di 10 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat dan DI Yogyakarta.
Woro Hartari Trianti