Travel
Sawadikaap Bangkok!

5 Apr 2012

Sudah mulai bosan dengan tujuan akhir pekan ke situ-situ saja? Tidak ada salahnya Anda melirik Bangkok sebagai salah satu tujuan berlibur sambil belanja. Hanya dalam waktu 3,5  jam, Anda akan masuk ke dalam surga belanja – dengan variasi barang serta harga yang sangat luas! Tidak percaya? Yuk, ikuti pengalaman saya, Rully Larasati, berakhir pekan di Bangkok!


Serba Ada di Chatuchak
Dikenal juga sebagai Pasar Akhir Pekan alias Weekend Market, Chatuchak bisa dibilang sebagai pasar akhir minggu terbesar di seluruh dunia. Luasnya saja mencapai hampir 11 hektar dan terbagi atas 27 bagian dengan kurang lebih 15.000 kios di dalamnya. Untuk mencapai area ini, karena saya enggan bermacet-macet ria naik taksi, saya memilih naik Sky Train (BTS) dan turun di Stasiun Mochit. Anda juga bisa naik MRT dan turun di Stasiun Suan Chatuchak (Chatuchak Park). Dari situ, sekitar lima menit berjalan kaki, sampailah saya pada pusat belanja yang dikunjungi hampir 200.000 orang setiap harinya. Cuaca panas terik, tak menyurutkan semangat saya untuk cuci mata. 

Baru saja tiba di ujung kios pertama, mata ini sudah panik melihat begitu banyak benda-benda lucu bergelantungan di sana-sini. Aneka tas aneka model dengan gambar gajah dan burung hantu, dompet kecil untuk koin, tas kecil, gantungan kunci beraneka ragam, semua seakan-akan berteriak memanggil saya untuk mampir. Saya memilih menguatkan hati tak memedulikan semua barang itu, dan menuju kios di bagian dalam untuk melihat lebih  banyak lagi barang-barang lainnya. Benar saja, semakin masuk di pasar ini, semakin kalut hati ini. Beragam perlengkapan mandi dan aromaterapi produksi rumahan tersebar di kanan-kiri. Wanginya pun bervariasi, tinggal pilih mana yang disuka.

Semakin ke dalam, saya menemukan aneka barang-barang antik yang dijajakan. Lampu-lampu beraneka bentuk, hiasan dinding, patung, lemari, dan furnitur lainnya dipajang begitu apik. Ada juga miniatur binatang dan bunga dari kristal yang terlihat sangat cantik. Puas melihat-lihat di bagian antik, kaki ini melangkah menelusuri jalan di dalam pasar. Bau menyengat mulai menusuk hidung, ternyata… saya tiba di seksi Binatang Peliharaan! Bermacam-macam jenis marmut, burung, anjing, kelinci, hingga ular dan iguana, ada di sana. Gemas rasanya melihat anak anjing berbulu putih melompat ke sana-sini di kandangnya yang mungil. Uh… ingin sekali saya bawa pulang! 

Saya pun kembali menyusuri kios demi kios sambil memanjakan mata. Kain sutra Thailand, pashmina, tas kain selempang bermotif khas Thailand, dijual dengan harga bersahabat. Memang, semua barang-barang yang dijual di sini dibanderol dengan harga lokal, bukan harga turis. Dan buatannya pun kebanyakan hasil produksi Thailand sendiri. Untuk menemani cuci mata di cuaca yang panas dan lembap, saya membeli segelas es kelapa muda seharga 20 Baht (Rp6000) dan Marion Plum (sejenis mangga, namun kecil-kecil dan rasanya manis). Lumayan, tenggorokan ini tidak kering-kering amat.



Trendi dan Gaya di Platinum Fashion Mall

Seorang teman sudah mewanti-wanti kalau saya harus mampir ke Platinum Mall. “Seperti ITC, tapi barang-barangnya lebih gaya, keren, dan lebih murah!” Tak langsung percaya dengan perkataannya, saya tentu saja berniat membuktikannya. Untuk mencapai mall ini, saya kembali naik BTS dan turun di Stasiun Chidlom. Dari itu saya harus berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit, melewati Central World Plaza. Uniknya, di pelataran bagian luar plaza tersebut, banyak orang bersembahyang di depan patung Ganesha dan Trimurti. Saya pun mendapat cerita, di depan Patung Ganesha biasanya dipenuhi oleh pelajar yang akan menempuh ujian, dengan harapan mereka dapat lulus dengan nilai baik. Sedangkan di depan Patung Trimurti, orang-orang berdoa untuk mendapat jodoh, sambil memberikan ‘persembahan’ berupa bunga mawar. Ah… pantas saja banyak wanita dan pria lajang berdoa begitu kusyuk di sana…. 

Saya lanjut berjalan kaki dan begitu memasuki mall ini, langsung hati ini menjerit-jerit. Baju di sana bagus sekali! Yang di sana juga! Karena teman ada yang mencari sepatu, saya langsung menuju lantai 5. Lagi-lagi saya panik melihat aneka sepatu yang keren dan lucu. Sepatu wedges dengan berbagai model dan warna, berderet-deret sepatu flat tampil tak kalah genit, dan beragam sandal gaya bertebaran di mana-mana. Saya yang tadinya bersikeras tidak mau membeli sepatu, akhirnya ikut mencoba-coba. Rata-rata harga yang dijual berkisar antara 100 – 500 baht. Tentu saja, jika sepatu yang Anda pilih penuh detail, harganya akan lebih mahal.  Setelah melewati dari satu toko ke toko lain, akhirnya sepatu hitam seharga 290 Baht berpindah dari rak pajangan ke kantong belanjaan saya.

Tidak puas memutari satu lantai, saya turun ke lantai 4, dan mendapatkan lebih banyak ‘godaan’ di sana. Lagi-lagi aneka tas keren dan gaya memanggil-manggil untuk dibeli. Untung, saya pergi bersama teman. Karena barang-barang di sini berlaku dengan harga grosir, semakin banyak membeli, harganya pun semakin turun. Melihat tas kanvas tebal dengan pegangan kulit, saya dan teman saling melirik karena mengincar tas yang sama. Tawar-menawar pun dimulai. Sang penjual membuka harga 450 Baht untuk satu tas. Karena kami bertiga, saya menawar 1000 Baht untuk 3 tas. Sang penjual langsung mengiyakan, dan kami langsung berebut memilih tas mana yang paling cocok. Setelah mematut-matut di depan kaca, tas cokelat kembali masuk dalam tas belanjaan…. 

Selesai? Tentu saja belum! Dengan tenaga yang tersisa, jalan juga sudah semakin terseok-seok, saya lanjut mengelilingi platinum mall, sambil terus asyik cuci mata melihat boneka, baju anak-anak, mainan, dan beragam kalung, gelang, cincin, yang bagus-bagus. Tak terasa, keluar mall hari sudah gelap. Dengan belanjaan di kanan-kiri, saya bergegas berjalan menuju bus. Setibanya di penginapan, kaki ini seperti mati rasa. Aduh, besok masih bisa jalan nggak, ya?
Advertisement








Terpikat Mebel di IKEA

Hari terakhir di Bangkok, rasanya tak mungkin jika tidak mampir (dan berbelanja) di IKEA yang terletak di kawasan Megabangna. Dengan luas 43,000 m2, IKEA di Bangkok merupakan IKEA terbesar di Asia Tenggara. Saya semakin tidak sabar berbelanja di kesukaan sejuta umat ini. Sekitar satu jam dari pusat kota, saya tiba di IKEA dan siap berbelanja untuk terakhir kalinya. Maklum saja, jarak dari IKEA ke Bandara Internasional Suvarnabhumi hanya sekitar 7-8 km. Sekalian jalan pulang! Jika tidak naik taksi, Anda bisa menggunakan BTS dan turun di Stasiun Udomsuk, dan tunggulah IKEA shuttle bus di pintu 5. Bus akan berangkat setiap 30 menit.

Mengitari area yang berisi aneka furnitur dan perlengkapan rumah ini, benar-benar tidak membosankan. Pengunjung bebas mencoba kursi/sofa atau tempat tidur yang dipamerkan. Tidak sedikit pula turis yang berfoto dengan latar belajang display dapur atau ruang kerja atau kamar tidur, yang memang ditata sedemikian apik. Aneka motif kain – yang bisa dibuat kap lampu atau korden, sprei, mainan anak-anak, lemari, meja, serta furnitur lainnya begitu menarik. Belum lagi harganya yang memang sangat terjangkau, membuat IKEA ini selalu dibanjiri pengunjung – terutama di akhir pekan.    

Karena waktu terbatas, saya hanya sempat membeli tatakan makan, boneka jari untuk si kecil, cokelat, dan kue jahe ala IKEA. Lagipula, jika saya berbelanja banyak, bisa bingung lagi bagaimana mengemasnya…. Sayang, karena perut masih kenyang, saya tidak sempat mencicipi Swedish Meatball yang terkenal lezat itu. Di Minggu sore, berakhirlah petualangan belanja saya di Bangkok. Walaupun kaki dan punggung masih pegal, tetapi rasanya belum rela pulang dan ingin segera kembali mengulang pengalaman berbelanja yang menyenangkan di Bangkok…. 


Rully Larasati



Sedikit Tip


  • Mata uang: 1 bath = Rp300 - Rp340 
  • Bawa kipas dan payung, karena cuaca yang panas bisa berubah dalam sekejap menjadi hujan deras.
  • Pilih busana yang nyaman: celana pendek, kaus yang menyerap keringat, dan tas selempang. Jangan lupa kenakan alas kaki yang tidak cepat membuat kaki pegal atau lecet. Memakai sepatu atau sandal yang terlalu rata pun cepat membuat kaki lelah.
  • Awas copet! Di pasar atau tempat berbelanja yang ramai pengunjung, umumnya banyak copet berkeliaran. Jika Anda menggunakan ransel, letakkan di depan dada.  
  • Bandara Suvarnabhumi merupakan bandara tersibuk di Asia. Jadi pastikan Anda sudah tiba di airport dua setengah jam sebelum keberangkatan dan langsung mengantre di countercheck-in. Antrean imigrasi sangat panjang dan pintu gerbang untuk menuju pesawat sangat jauh.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?