Serba Ada di Chatuchak
Dikenal juga sebagai Pasar Akhir Pekan alias Weekend Market, Chatuchak bisa dibilang sebagai pasar akhir minggu terbesar di seluruh dunia. Luasnya saja mencapai hampir 11 hektar dan terbagi atas 27 bagian dengan kurang lebih 15.000 kios di dalamnya. Untuk mencapai area ini, karena saya enggan bermacet-macet ria naik taksi, saya memilih naik Sky Train (BTS) dan turun di Stasiun Mochit. Anda juga bisa naik MRT dan turun di Stasiun Suan Chatuchak (Chatuchak Park). Dari situ, sekitar lima menit berjalan kaki, sampailah saya pada pusat belanja yang dikunjungi hampir 200.000 orang setiap harinya. Cuaca panas terik, tak menyurutkan semangat saya untuk cuci mata.
Semakin ke dalam, saya menemukan aneka barang-barang antik yang dijajakan. Lampu-lampu beraneka bentuk, hiasan dinding, patung, lemari, dan furnitur lainnya dipajang begitu apik. Ada juga miniatur binatang dan bunga dari kristal yang terlihat sangat cantik. Puas melihat-lihat di bagian antik, kaki ini melangkah menelusuri jalan di dalam pasar. Bau menyengat mulai menusuk hidung, ternyata… saya tiba di seksi Binatang Peliharaan! Bermacam-macam jenis marmut, burung, anjing, kelinci, hingga ular dan iguana, ada di sana. Gemas rasanya melihat anak anjing berbulu putih melompat ke sana-sini di kandangnya yang mungil. Uh… ingin sekali saya bawa pulang!
Saya pun kembali menyusuri kios demi kios sambil memanjakan mata. Kain sutra Thailand, pashmina, tas kain selempang bermotif khas Thailand, dijual dengan harga bersahabat. Memang, semua barang-barang yang dijual di sini dibanderol dengan harga lokal, bukan harga turis. Dan buatannya pun kebanyakan hasil produksi Thailand sendiri. Untuk menemani cuci mata di cuaca yang panas dan lembap, saya membeli segelas es kelapa muda seharga 20 Baht (Rp6000) dan Marion Plum (sejenis mangga, namun kecil-kecil dan rasanya manis). Lumayan, tenggorokan ini tidak kering-kering amat.
Trendi dan Gaya di Platinum Fashion Mall
Selesai? Tentu saja belum! Dengan tenaga yang tersisa, jalan juga sudah semakin terseok-seok, saya lanjut mengelilingi platinum mall, sambil terus asyik cuci mata melihat boneka, baju anak-anak, mainan, dan beragam kalung, gelang, cincin, yang bagus-bagus. Tak terasa, keluar mall hari sudah gelap. Dengan belanjaan di kanan-kiri, saya bergegas berjalan menuju bus. Setibanya di penginapan, kaki ini seperti mati rasa. Aduh, besok masih bisa jalan nggak, ya?
Terpikat Mebel di IKEA
Hari terakhir di Bangkok, rasanya tak mungkin jika tidak mampir (dan berbelanja) di IKEA yang terletak di kawasan Megabangna. Dengan luas 43,000 m2, IKEA di Bangkok merupakan IKEA terbesar di Asia Tenggara. Saya semakin tidak sabar berbelanja di kesukaan sejuta umat ini. Sekitar satu jam dari pusat kota, saya tiba di IKEA dan siap berbelanja untuk terakhir kalinya. Maklum saja, jarak dari IKEA ke Bandara Internasional Suvarnabhumi hanya sekitar 7-8 km. Sekalian jalan pulang! Jika tidak naik taksi, Anda bisa menggunakan BTS dan turun di Stasiun Udomsuk, dan tunggulah IKEA shuttle bus di pintu 5. Bus akan berangkat setiap 30 menit.
Mengitari area yang berisi aneka furnitur dan perlengkapan rumah ini, benar-benar tidak membosankan. Pengunjung bebas mencoba kursi/sofa atau tempat tidur yang dipamerkan. Tidak sedikit pula turis yang berfoto dengan latar belajang display dapur atau ruang kerja atau kamar tidur, yang memang ditata sedemikian apik. Aneka motif kain – yang bisa dibuat kap lampu atau korden, sprei, mainan anak-anak, lemari, meja, serta furnitur lainnya begitu menarik. Belum lagi harganya yang memang sangat terjangkau, membuat IKEA ini selalu dibanjiri pengunjung – terutama di akhir pekan.
Karena waktu terbatas, saya hanya sempat membeli tatakan makan, boneka jari untuk si kecil, cokelat, dan kue jahe ala IKEA. Lagipula, jika saya berbelanja banyak, bisa bingung lagi bagaimana mengemasnya…. Sayang, karena perut masih kenyang, saya tidak sempat mencicipi Swedish Meatball yang terkenal lezat itu. Di Minggu sore, berakhirlah petualangan belanja saya di Bangkok. Walaupun kaki dan punggung masih pegal, tetapi rasanya belum rela pulang dan ingin segera kembali mengulang pengalaman berbelanja yang menyenangkan di Bangkok….
Rully Larasati
Sedikit Tip
- Mata uang: 1 bath = Rp300 - Rp340
- Bawa kipas dan payung, karena cuaca yang panas bisa berubah dalam sekejap menjadi hujan deras.
- Pilih busana yang nyaman: celana pendek, kaus yang menyerap keringat, dan tas selempang. Jangan lupa kenakan alas kaki yang tidak cepat membuat kaki pegal atau lecet. Memakai sepatu atau sandal yang terlalu rata pun cepat membuat kaki lelah.
- Awas copet! Di pasar atau tempat berbelanja yang ramai pengunjung, umumnya banyak copet berkeliaran. Jika Anda menggunakan ransel, letakkan di depan dada.
- Bandara Suvarnabhumi merupakan bandara tersibuk di Asia. Jadi pastikan Anda sudah tiba di airport dua setengah jam sebelum keberangkatan dan langsung mengantre di countercheck-in. Antrean imigrasi sangat panjang dan pintu gerbang untuk menuju pesawat sangat jauh.