Breakfast adalah singkatan dari breaking fasting, artinya berbuka puasa setelah kita berpuasa semalaman. Karena itu, kita perlu sarapan untuk mengisi kembali energi tubuh. “Jika pagi tidak sarapan, maka tubuh akan cenderung menagih porsi makan siang lebih banyak daripada porsi wajar jika pagi kita sarapan. Porsi makan besar akan lebih mudah disimpan sebagai timbunan lemak,“ ujar Wied Harry Apriadji, penulis buku dan pakar kuliner sehat.
Meski penting, Anda juga tak perlu ketakutan kelaparan dan tidak berenergi, sehingga makan berlebihan. “Kenali rasa lapar-kenyang. Jika Anda lapar di pagi hari, ya makanlah secukupnya. Istilahnya, makanlah sesuai kebutuhan,” kata dr. Grace Judio- Kahl, M.Sc, MH, CHt, dari Shape Indonesia.
Kebutuhan energi orang berbeda-beda. Jika dari pagi hingga siang Anda hanya bekerja di belakang meja dan tak perlu banyak energi, tentu kebutuhan Anda beda dengan yang bekerja menggunakan tenaga fisik. Menurut dr Grace, Sarapan orang kota sekarang tidak perlu seperti raja. Malah ia mengingatkan, jika makan pagi sudah banyak, sementara di siang atau malam ternyata harus menjamu tamu dengan makanan berkalori tinggi, maka dipastikan Anda akan kelebihan kalori. (f)