Celebrity
Sandra Bullock: Anti-Diva yang Low Profile

18 Jun 2014


Majalah People menyebut Sandra Bullock (49) sebagai selebritas dengan attitude anti-diva. Sejalan dengan sebutan itu, saat pertama kali bertemu, mantan kekasihnya, Ryan Gosling (33), berkata, “Dia begitu cantik. Tapi dia bersikap seakan tidak mengetahuinya.” 

Sementara itu, di kesempatan lain, Arthur Hardy, rekan Sandra dalam membangun sekolah New Orleans yang hancur dalam badai Katrina, berpendapat bahwa Sandra adalah orang yang sangat sederhana. Sebagai seorang eksekutif produser, ia tak segan repot ke Starbucks membelikan kopi untuk kru di lokasi. Saat membintangi Murder by Numbers (2002), Sandra bahkan mengajak ahli akupunktur dan herbal untuk meringankan stres para kru.
   
Perilaku itulah yang membawa Sandra memasuki dunia seni peran kelas atas dan membuatnya tetap dicintai hingga seperempat abad di dunia hiburan. Setelah meraih gelar sarjana di bidang drama di tahun 1986, Sandra pindah ke Manhattan dan bertahan hidup dengan bekerja sebagai bartender sambil menanti audisi-audisi peran. “Saya sekaligus mempelajari aksen para pengunjung yang datang,” ungkap Sandra yang besar di Jerman bersama keluarganya selama 12 tahun.
   
Kariernya mulai bersinar relatif lebih lambat dibanding rekan-rekan seusianya. Apalagi dibanding aktris-aktris pendatang baru yang sudah berakting di usia 20-an. Usia Sandra 30 tahun ketika membintangi Speed pada tahun 1994 yang meraih sukses besar. Satu dekade kemudian, di usia 40, ia menjadi pemeran pendukung dalam film Crash yang memenangkan Oscar sebagai film terbaik. Di tahun yang sama, ia mendapat penghargaan The Women in Film Crystal Award. Perlahan tapi pasti, seperempat abad kemudian, di usia 48, Guinness World Records mencatatnya sebagai aktris dengan honor tertinggi, Rp. 56 Milyar.
   
Sejalan dengan karakternya yang low-profile, hubungan personalnya dengan beberapa pria mulanya tak pernah menjadi objek pemberitaan sensasional. Hingga secara mengejutkan, pada tahun 2005, Sandra, saat itu 40, menikah dengan pembawa acara dan perakit motor, Jesse James. Padahal, wanita yang sejak kecil sudah akrab dengan balet dan opera itu pernah berkata bahwa pernikahan baginya adalah serupa hukuman mati. Berjalan dengan gaun pengantin menuju altar tidak pernah menjadi mimpinya.
   
Dalam satu-satunya pernikahan yang dijalani Sandra itu, ia adalah istri ketiga dari Jesse. Dalam berbagai kesempatan wawancara dengan media, Sandra selalu mengaku bahagia dengan keluarga barunya. Namun, pada Januari 2010, muncul berita mengejutkan dari beberapa wanita yang mengaku menjalin hubungan gelap dengan Jesse selama pria itu menikah dengan Sandra. Sandra yang saat itu baru membintangi The Blind Side, seketika membatalkan promo keliling Eropa-nya. Pada Maret 2010, di hadapan publik, Jesse meminta maaf kepada Sandra dan keluarganya. Namun, sebulan kemudian, April 2010, Sandra mengajukan gugatan cerai.

Pukulan yang dihadapi Sandra itu terjadi hanya beberapa saat setelah The Blind Side, yang ia bintangi di usia 45 tahun, membawanya memenangkan Oscar dan Golden Globe Award untuk Best Actress, dan sejumlah penghargaan lain. Apalagi, 4 bulan sebelumnya, Sandra dan Jesse telah berkomitmen untuk mengadopsi seorang anak laki-laki. Wanita itu akhirnya tetap meneruskan proses adopsi atas Louis Bardo (3,5) sebagai orang tua tunggal.
   
Advertisement
“Saya mengira tak akan pernah dapat melaluinya. Tapi ternyata, saya bisa. Kini saya merasa sangat bersyukur memiliki putra tampan dan keluarga besar yang saya banggakan,” ungkap donatur besar American Red Cross ini. Masa suram itu membuat kariernya justru makin bersinar di usia matang. Di tahun yang sama dengan perceraiannya, di usia 46, majalah People menobatkannya sebagai Woman of the Year.
   
Tidak ada rekayasa ataupun rahasia besar di balik tubuh Sandra yang tetap langsing di usia menjelang setengah abad. Wanita yang menjalankan rumah produksi Fortis Films ini ‘hanya’ mengadopsi ajaran sang ibu akan kepercayaan diri tinggi terhadap image tubuhnya. “Ada masa saat orang mengira saya sedang hamil. Padahal, saya  sedang dalam masa senang makan banyak dan melewatkan olahraga sehingga saya menjadi lebih gemuk, dan saya merasa senang!” katanya, tertawa.
   
Sandra yang membuka restoran Bess Bistro dan toko roti Walton's Fancy and Staple di Austin, Texas,  menjaga tubuhnya tetap bugar dengan menaklukkan tantangan. Mulai dari lari 10 km hingga menari. Saat ini ia sedang mempelajari tari tango. Sehari-hari, Sandra juga menerapkan gaya hidup sehat. Tiap hari ia bangun pukul 5.45 pagi dan mengonsumsi secangkir teh hijau sebelum memasak, mengantar Louis ke sekolah, lalu berolahraga.

“Saya suka berolahraga di luar ruangan. Saya bisa menertawakan diri saya sendiri. Dengan begitu, saya selalu merasa muda dan bebas. Saya sadar, suatu saat wajah saya akan menjadi terlalu tua untuk terekspos kamera,” ungkap wanita yang lebih memilih pemanis alami dibanding pemanis buatan ini. Satu lagi resep awet mudanya, “Berhenti mengonsumsi kopi. Rasanya lebih berat dibanding putus cinta.”
   
Secara psikologis, dalam rangka mengembalikan semangatnya, Sandra tak segan mengambil jeda dari rutinitasnya. Tahun 2002, setelah membintangi Two Weeks Notice bersama Hugh Grant, ia merasa tubuhnya kelelahan. Seiring dengan duka yang ia rasakan akibat kepergian  ibunya yang meninggal karena kanker pada tahun 2000, Sandra memutuskan melakukan ‘detoks’ dan menghilang dari dunia seni peran selama dua tahun.     
   
Di usianya yang menjelang 50 tahun ini, setelah semua pencapaian, ia berulang kali mengungkap kebahagiaannya menjadi seorang ibu. “Kini saya melihat segala hal dari mata Louis. Hidup saya terasa sempurna karena saya menikmati  tiap momen sebagai manusia,” ungkap Sandra,  yang terkenal enggan mengenakan riasan berlebih.
           
Saat ditanya apakah ia akan menemukan pria  baik lain, ia menjawab, “Saya sudah mendapatkan segalanya. Hidup saya tidak kurang manis, tidak kurang baik, ataupun tidak kurang memuaskan.”




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?