Salwaa: Semuanya seru! Kami bisa memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman baru di situ. Pada dasarnya, kami berdua memang kecanduan mempelajari hal-hal baru. Bingung, sih, kenapa kami sering diundang talk show tema keluarga. Hampir di semua talk show, pertanyaan pamungkasnya selalu sama, “Bagaimana rasanya jadi anak Titi DJ?” Jawaban dari kami pun kurang lebih serupa, “Jadi anak Titi DJ sepertinya sama saja dengan anak-anak lain.”
Apa yang paling berkesan dari dunia hiburan?
Salmaa: Dari dunia hiburan yang digeluti Mama Papa, kami justru lebih banyak menyerap pelajaran kehidupannya. Dari Mama, kami belajar bahwa bekerja sesuai passion akan lebih membahagiakan. Senang rasanya melihat Mama tiap hari menjalani hidup dengan melakukan yang ia sukai. Sedangkan dari Papa yang berjiwa petualang, kami belajar banyak hal baru. Belajar mengenali alam hingga kehidupan masyarakat. Kami baru saja ke Pulau Sumbawa bersama Papa untuk belajar paralayang. Seru! Tidak sabar untuk petualangan berikutnya.
Kalian sedang fokus kuliah?
Salmaa: Ya, kami sedang menikmati masa kuliah, baru semester tiga. Kegiatan kami sekarang lebih banyak belajar di kampus karena ingin lulus tepat waktu dan berkarier. Saya mengambil jurusan Hubungan Internasional di London School of Public Relations. Mempelajari dunia dan interaksi internasional ternyata menarik sekali. Salwaa kuliah di LaSalle College, jurusan Fashion Business. Sejak kecil, dia memang lebih artsy dari saya.
Salwaa: Sampai saat ini, saya dan Salmaa masih mencari tahu jenis karier seperti apa yang kami inginkan. Justru pada masa kuliah ini kami benar-benar ingin memperdalam ilmu dari berbagai sumber karena masih harus banyak belajar dan kurang paham terhadap banyak hal. Tapi, sejak kecil kami sudah tahu bahwa kami tidak ingin terjun secara serius ke dunia hiburan. Bukannya tidak suka, tapi kami merasa tidak pas saja di situ. Sepertinya adik-adik kami, Daffa dan Stephanie, yang lebih menikmati berkarier di dunia hiburan.
Ada rencana membuat proyek bersama adik-adik?
Salmaa & Salwaa: Ada, tapi belum jadi proyek serius. Kami dan Daffa sedang merancang kaus bertuliskan kutipan-kutipan galau. Ide ini muncul tidak sengaja waktu sedang hang out. Sekarang kami sedang dalam tahap mengumpulkan. Sementara, kaus-kaus itu untuk kami pakai sendiri. Kalau rencananya sudah lebih matang, siapa tahu bisa jadi proyek bisnis.
Setelah Pulau Sumbawa, mau ke mana lagi?
Salwaa: Wajib keliling Indonesia! Kami ingin lebih mengenal warisan budaya Indonesia, keindahan alam, dan berinteraksi dengan penduduk setempat. Pasti banyak pelajaran yang bisa kami dapatkan. Sayangnya, tidak bisa dalam waktu dekat karena jadwal kuliah sedang padat. Waktu libur semester kami juga tidak panjang. Semoga bisa segera kami wujudkan. (f)