Sementara latihan kekuatan yang dilakukan mereka yang mengalami obesitas akan menjaga kekenyalan otot. Sehingga, pada saat berat badan mengalami penurunan, otot dan kulit tidak kendur. Begitu juga pada penderita gangguan jantung. Berbagai penelitian sudah membuktikan bahwa olahraga dapat menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, dan timbunan lemak yang baik untuk pembuluh darah dan jantung.
Manfaat sosial dan mentalnya juga tak sedikit. Biasanya, mereka yang mengalami sakit cenderung mudah mengalami stres dan kurang semangat sehingga bisa memperburuk kondisi fisik mereka. Olahraga yang teratur akan menurunkan tingkat stres, memberi semangat hidup, dan membangkitkan rasa percaya diri, terutama jika olahraga itu dilakukan bersama-sama dengan orang lain.
Untuk mendapatkan manfaat, Michael menambahkan, latihan harus teratur dengan durasi 30-60 menit, dan dilakukan 3-5 kali seminggu. Ia juga tidak menyarankan olahraga terlalu pagi atau malam hari saat udara cenderung masih dingin dan berangin. “Sebaiknya dilakukan pukul 7 pagi hingga 11 siang. Adanya sinar matahari akan memberi manfaat tambahan. Sinar matahari berfungsi untuk mengubah pro vitamin D menjadi vitamin D di dalam tubuh manusia yang akan membuat tulang menjadi lebih kuat,” jelasnya.
Ia mengingatkan agar tidak menjadikan olahraga sekadar bentuk eksistensi diri sehingga lupa mengukur kemampuan dan kondisi diri. Ingat, Anda bukanlah atlet profesional yang mengejar prestasi dan punya anggaran untuk pemulihan bila mengalami cedera. Anda juga tidak ingin kan makin sakit karena olahraga asal-asalan?
Desman Mendrofa