Ini disebabkan oleh kondisi makroekonomi Indonesia yang terus membaik, sementara mata uang dolar terus melemah terhadap hampir semua mata uang, karena pertumbuhan ekonominya yang masih lambat setelah krisis keuangan dunia tahun 2008. Dengan kondisi dolar melemah terhadap rupiah, konsumen domestik (Indonesia) diuntungkan, karena dapat membeli barang impor dengan harga lebih murah. (f)