Sex & Relationship
Saatnya Keluar dari Hubungan Buruk

1 Feb 2016

Anda merasa bahwa hubungan yang Anda bina tidak membuat Anda bahagia. Tetapi, Anda tidak punya cukup hati untuk membuat keputusan dan mulai mengulur waktu. Mungkin memang Anda yang kurang mengenal kekasih. Mungkin, Anda yang terlalu sibuk sehingga tidak fokus dalam membina hubungan, mungkin Anda yang terlalu egoistis. Sampai kemudian di akhir hari Anda kelelahan dan mengalami burnout emosional.  

“Hati-hati, biasanya kasus seperti ini sering dilatari karena kita memiliki penghayatan diri yang kurang. Self esteem kita tidak cukup positif dan kuat untuk mengeluarkan kita dari masalah,” ungkap Vera.

Syarat utama sebuah hubungan bukan pada adanya pengorbanan dari salah satu pihak, tapi kondisi win-win yang dirasakan oleh keduanya. Ketika ada salah satu yang merasa dikorbankan, maka hubungan sudah tidak sehat. Kebahagiaan menjadi kriteria kunci untuk mengukur berhasil tidaknya sebuah hubungan.
Advertisement

Sebaliknya, jangan juga dengan gampang atau terburu-buru memutuskan hubungan. Sebab, dalam kondisi emosional Anda sedang gagal berpusat pada logika atau penalaran. Sehingga, keputusan yang diambil umumnya terlalu dini dan kelak berpotensi untuk disesali.  

Telaah lagi perasaan-perasaan negatif yang timbul dalam diri Anda. Jangan-jangan semua ini tidak bersumber dari pasangan, tapi karena ketidakpuasan Anda terhadap kehidupan pribadi. Misalnya, Anda didera stres berlebihan di dunia kerja, hubungan Anda dan keluarga tidak harmonis, dan lain sebagainya.  Apabila ini yang terjadi, maka hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah membereskannya terlebih dulu. Bahkan, bisa jadi dukungan positif justru Anda dapatkan dari pasangan, saat Anda mau terbuka. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?