Namun, seperti material alami lainnya, rotan tentu masih punya beberapa kekurangan. Hampir serupa dengan bambu, urat rotan terbilang besar sehingga berisiko pecah bila dipaku. Dan, seperti kayu pada umumnya, rotan juga rentan rusak bila terkena air. Itulah mengapa kini banyak diproduksi furnitur rotan sintetis untuk menjawab kebutuhan furnitur rotan outdoor.
Untuk mendapatkan furnitur rotan di era modern ini terbilang mudah. Beberapa desainer lokal kembali menyuguhkan pesona rotan lewat desain-desain modern mereka. Sebut saja Abie Abdillah, Bayu Edward, Alvin Tjitrowirjo, dan almarhum Irvan A. Noeman, yang telah memproduksi beragam desain furnitur rotan bahkan memasarkannya hingga ke luar Indonesia.
Bila Anda ingin menemukan furnitur-furnitur yang lebih ‘mentah’, Anda bisa berkunjung ke Kota Cirebon. Saat ini pemerintah setempat sedang menyiapkan konsep kampung rotan untuk diterapkan di daerahnya dan rencananya akan diresmikan tahun 2017 mendatang. Konsep kampung rotan tersebut juga merupakan hasil kerja sama Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) dan Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo). (f)