Celebrity
Rossa: Takut Go International

13 Jun 2012


Meski kini tengah tekun berbisnis, Rossa tetap konsisten bermusik. Bahkan, album terakhirnya yang bertajuk The Best of Rossa itu telah terjual hingga 1 juta keping! Angka penjualan itu adalah hasil dari kerja kerasnya untuk tetap bersinar di industri musik. Banyaknya wanita penyanyi baru yang bermunculan membuatnya lebih wawas diri dan mendorongnya untuk lebih kreatif berkarya.

“Saya sendiri tidak pernah menganggap mereka saingan. Justru, banyak talenta baru yang saya kagumi, seperti Raisa. Tapi saya sadar, popularitas yang sudah saya miliki tidak cukup untuk ‘menjual’ diri saya,” tutur ibu dari Rizky (5) ini.

Sebagai penyanyi, ia juga tidak ingin berpikir linier saja dan hanya tahu soal menyanyi. Terbiasa berbisnis, Rossa paham kesuksesannya di industri musik adalah sumbangsih dari banyak pihak yang telah memproduksi, memasarkan, dan mempromosikan albumnya. Hal lain yang tak kalah penting baginya adalah personal branding dan image. Ilmu public relations yang ia dapat semasa berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, juga dimanfaatkannya untuk meramu pencitraan diri sendiri.

Misalnya, di saat usianya bertambah, cakupan usia pendengarnya pun akan  makin bergeser. Para pendengar musik dari generasi yang lebih muda mungkin enggan melirik lagu dari penyanyi sesenior Rossa. Terlebih lagi, Rossa dikenal sebagai penyanyi lagu-lagu slow. Maka, untuk memperluas target audience-nya, Rossa sengaja memilih lagu yang lebih dinamis di album terbarunya ini.

“Lewat lagu One Night Lover yang berbahasa Inggris dan kental sentuhan musik dance, serta berkolaborasi dengan Joe Flizzow (rapper asal Malaysia) saya ingin merangkul anak-anak muda,” ungkapnya. Sedangkan, keputusannya untuk mendaur ulang lagu Jangan Ada Dusta adalah untuk melestarikan nama legendaris Broery Marantika.

Advertisement
“Sebagai penyanyi, saya punya tanggung jawab moral agar anak-anak muda tetap mengenal namanya,” cetusnya.

Lagu-lagu tersebut adalah contoh kreativitasnya dalam bermusik. Lagi pula, apalah artinya produktivitas tanpa inovasi? Itulah prinsipnya dalam berkarya. Selain itu, baginya, musik adalah whole package product yang selain harus bagus, juga wajib dipromosikan agar laris.

Seperti banyak penyanyi lainnya, Rossa juga memendam keinginan untuk go international. “Sebenarnya, Russel Simmons (pengusaha dan pendiri label Def Jam, mantan suami Kimora Lee) pernah menawarinya bantuan. Ia pernah bertanya,  ‘What can I do for you? You just ask me and I will try to help you,’” tuturnya.

Tapi, nyalinya belum siap menghadapi tawaran itu. Ia sadar, untuk membangun karier di kancah musik internasional, ia harus rela mengorbankan kehidupannya yang mapan di Indonesia dan memulai kembali semuanya dari nol. “Rizky, sih, bisa saya ajak pindah. Tapi, bagaimana dengan bisnis saya? Saya juga belum siap tinggal di benua yang berbeda dengan orang tua saya,” jelasnya, penuh pertimbangan.

Eka Januwati






 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?