Sutradara Hanung Bramantyo menyebutnya sebagai aktor yang terus bertumbuh. Aktris kawakan Christine Hakim mengatakan bahwa napas pria ini telah menyatu dengan seni peran. Sementara, produser Mira Lesmana mengatakan bahwa namanya menjamin akting yang berkualitas. Ini adalah rangkuman satu dekade perjalanan Reza Rahadian (28) sebagai aktor di mata lawan-lawan mainnya, dan di mata dirinya sendiri.
Mendapat piala Citra pertama di usia 22 tahun (kategori Pemeran Pembantu Pria Terbaik dalam film Perempuan Berkalung Sorban), aktor bernama lengkap Reza Matulessy Rahadian ini menetapkan standar baru di dunia seni peran. Terutama ketika ia mendapatkan piala Citra ketiganya pada usia 26 tahun. Bisa dibilang, dialah aktor dengan usia termuda yang meraih piala Citra ketiganya.
Sebagai aktor muda, ia memang sempat menjadikan penghargaan sebagai indikator pencapaiannya. “Sejak awal saya selalu fokus untuk mendapatkan peran yang berbeda-beda. Sebagai aktor muda yang memiliki keinginan besar untuk sukses, mendapatkan penghargaan menjadi ambisi besar saya. Penghargaan itulah bentuk legitimasi atas kemampuan saya,” tuturnya.
Dalam video 10 Years Persona(L) Journey of Reza Rahadian yang ditayangkan sebelum pemutaran tiap film di movie marathon Reza, produser film Habibie & Ainun, Manoj Punjabi, mengungkapkan betapa besarnya daya pikat akting pemeran Habibie tersebut. “Melihat casting Reza, saya bilang sama casting department bahwa saya mau Reza at any cost,” ujar produser dan pendiri MD Entertainment dan MD Pictures ini. Padahal, sebelumnya Manoj sudah hampir menunjuk aktor lain untuk memerankan mantan Presiden RI itu.
Dalam opening ceremony 10 Years Persona(L) Journey of Reza Rahadian yang diadakan di Jakarta, September lalu, B.J. Habibie pun mengungkapkan kekagumannya. “Perjalanannya pasti enggak mudah. Saya enggak menyangka bisa diperankan dengan gemilang,” ujar teknokrat yang menyebut Reza sebagai cucu intelektual non-biologis terdekatnya itu.
Keinginan Reza untuk menghadirkan akting sempurna yang penuh penghayatan diakui banyak pihak. Ia memiliki pemahaman yang komprehensif dalam mempersonifikasi suatu karakter, termasuk jika karakter yang diperankannya adalah tokoh nyata. Kerja kerasnya itu membuahkan penghargaan Aktor Terfavorit dalam Indonesian Movie Awards 2013.
Hal itu juga diakui oleh Acha Septriasa, lawan mainnya dalam film Test Pack, You Are My Baby, dan Strawberry Surprise. “Reza adalah seorang seniman atau aktor yang memiliki dimensi yang luas dalam menerjemahkan karakter. Ia adalah seorang yang hangat dengan energi positif yang mampu memiliki arus yang baik. Ia juga mampu membawa lawan mainnya menjadi lebih cepat beradaptasi dengan karakter,” ujar aktris yang ketika dihubungi femina tengah syuting di Paris ini.
Namun, tak banyak yang tahu tekanan yang dihadapi aktor peraih tiga piala Citra dan dua nominasi Festival Film Indonesia, dua penghargaan Indonesian Movie Awards, serta satu penghargaan dan dua nominasi Bandung Film Festival. “Lalu pertanyaan berikutnya, ketika saya sudah mendapatkan semua penghargaan itu, masa, sih, itu yang saya namakan sukses? Somehow, dengan semua piala dan predikat yang diberikan media massa kepada saya, saya belum merasa sukses,” ungkapnya, jujur.
Ia kemudian ‘menyetel’ ulang indikator kesuksesannya. “Saya kemudian melihat bahwa selama ini saya bekerja atas motor mengejar penghargaan. Meski saya selalu bekerja pakai hati, saya belum benar-benar meresapinya. Ada masa-masa ketika saya bekerja, saya menjadi sangat teknis. Itu yang membuat saya tidak melebur dengan diri saya sendiri. Saya terlalu sibuk memikirkan karakter-karakter dan melupakan diri saya sebagai manusia,” ujarnya. (f)