Health & Diet
Resusitasi Jantung - Paru

25 May 2012

Sebelum melakukan resusitasi ini, lakukan penilaian akan bahaya dan respons penderita. Pastikan keadaan sekitar aman untuk penderita. Lalu tepuk bahu penderita dan tanyakan dengan suara lantang untuk melihat responsnya. Kemudian, telepon polisi atau unit gawat darurat untuk meminta bantuan.

Jika penderita tidak memberi respons, segera lakukan langkah berikutnya. Yaitu, dengan melihat, apakah penderita masih bernapas atau tidak. Caranya, dengan mendekatkan pipi dan telinga di depan hidung dan mulut penderita, sambil melihat pergerakan dadanya. Lalu, periksa nadi penderita dengan meraba nadi pada lekukan antara jakun dan otot leher menggunakan jari, selama 5 – 10 detik.  Pedoman dasarnya :

A. Membuka jalan napas ( Airways control).
Setelah penderita dibaringkan telentang, angkat dagu dan tekan dahi penderita (ini bisa dilakukan jika tidak ada trauma kepala, leher, tulang belakang). Cara lain, dorong rahang bawah (jaw thrust manuver) ke atas. Gerakan ini akan mendorong lidah ke atas, sehingga jalan napas terbuka.
    Jaga agar posisi mulut penderita tetap terbuka. Setelah itu, periksa mulutnya, adakah benda yang dapat menghambat saluran napas, seperti  makanan atau gigi palsu yang terlepas. Bila ada, keluarkan dengan menggunakan jari tangan. Hati-hati, jangan sampai mendorong benda apa pun itu yang malah akan masuk ke tenggorokan.

B. Bantuan pernapasan buatan ( Breathing support ).
Kandungan oksigen di udara bebas kira-kira 21%. Proses bernapas manusia hanya memanfaatkan 5% oksigen yang ada di udara. Artinya, ada 16% oksigen pada udara yang kita keluarkan dan dapat kita tiup ke dalam paru-paru penderita serangan jantung. Pijat kedua hidung penderita, tempelkan mulut Anda dengan mulut penderita, embuskan napas setiap 5 detik.

C.Bantuan sirkulasi(Circulatory support).
Advertisement
Lebih dikenal dengan pijatan jantung luar (PJL).  Langah-langkahnya sebagai berikut:
1.    Pastikan penderita berbaring telentang di atas dasar yang keras, jangan di kasur.
2.    Bebaskan pakaian penderita.
3.    Posisikan diri Anda di sisi penderita. Kedua lutut terbuka kira-kira selebar bahu Anda.
4.    Tentukan pertemuan lengkung iga. Ukur 2 jari ke atas pada garis tengah tulang dada. Letakkan salah satu bantalan tangan di sini. Tangan yang lain menekan di atasnya. Bahu dan siku tetap lurus. Lakukan PJL sebanyak 15 kali  dengan kecepatan pijatan 80 - 100 kali per menit.
5.    Berikan napas buatan 2 kali secara kuat namun lembut, satu tiupan lamanya 1,5 – 2 detik.
6.    Lakukan terus hingga 4 siklus dari 15 kali pijatan dan 2 bantuan pernapasan.
7.    Periksa nadi di leher penderita. Jika nadi berdenyut, tapi napas belum ada, teruskan bantuan pernapasan. (f)

Penyakit jantung bisa dicegah dari hal yang paling kecil. Ikuti tip berikut!




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?