Umayya juga sangat menghargai kritikan. “Kritik bagi saya adalah harta karun. Kita tidak mencarinya dengan sengaja, dan ternyata ada yang memberikannya. Karena itu, jangan disia-siakan. Cerna saja dan bersikap terbuka,” tambahnya.
Salah satu keinginannya adalah bisa terlibat dalam film yang memiliki sinematografi yang indah. Misalnya Pasir Berbisik dan Opera Jawa karya Garin Nugroho, atau film karya Hanung Bramantyo. Kedua, mendirikan sekolah public speaking. Di sinilah ia merasa bisa membagi ilmunya. Namun, sebelum itu, ia siap jika diajak untuk mengajar. “Entah mengapa, banyak teman yang bertanya dan minta tip dari saya saat mereka akan presentasi atau akan tampil di depan publik. Karena itu, saya ingin banget mengajar, khususnya wanita yang lebih banyak merasa tidak percaya diri,” jelasnya.
Argarini Devi