Penggemar tenis di seluruh dunia merasa kecewa melihat persaingan tenis yang kini berkurang tanpa kehadiran Rafael Nadal (29) di babak final. Tahun ini adalah tahun terburuk bagi Rafa selama 15 tahun berkarier di dunia tenis profesional. Mantan petenis nomor satu dunia itu tidak lagi mampu menunjukkan permainan sempurna. Ia kalah di babak-babak awal Grand Slam dan ATP Tour. Kritikus menilai, Rafa harus mengganti pelatihnya sejak tahun 1990, Toni Nadal, untuk bisa come back.
Ide ini dimentahkan oleh Rafa. “Saya akan mengganti pelatih bukan karena saya kalah atau menang, melainkan bila pelatih tidak lagi mampu memotivasi saya. Mungkin juga banyak yang lupa bahwa pelatih saya adalah paman saya sendiri dan keluarga lebih penting ketimbang tenis,” ujar model Tommy Hilfiger ini. (f)