Health & Diet
Radiasi di Sekitar Kita

4 Jan 2016

Kini, alat elektronik memang hampir tak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Lihat saja, dari bangun tidur kita sudah menyalakan lampu, mengecek ponsel, lalu bekerja di depan komputer seharian  dan menonton serial kesukaan sebelum menutup hari.

Namun, di saat yang bersamaan, kita khawatir dengan kemungkinan adanya pengaruh radiasi elektromagnetik atau electromagnetic field (EMF) alat-alat itu terhadap kesehatan kita. Radiasi elektromagnetik merupakan kombinasi medan listrik dan medan magnet yang bergerak bolak-balik, merambat lewat ruang, dan membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain. Sejauh mana pembuktiannya?

Kaitan antara tumor otak dan gadget memang jadi salah satu yang dikhawatirkan masyarakat. Banyak informasi yang beredar di media, efek alat elektronik dan gadget telekomunikasi bisa berpengaruh terhadap reproduksi (kesuburan) dengan memengaruhi sperma. Selain itu, informasi-informasi mengenai potensi gangguan kesehatan lainnya yang berkaitan dengan radiasi elektromagnetik adalah sistem darah (leukemia dan limfoma malignum), sistem saraf (degeneratif saraf tepi), sistem kardiovaskular (perubahan ritme jantung), sistem endokrin (perubahan metabolisme hormon melatonin), dan gangguan psikologis (neurosis dan gangguan irama sirkadian).  

Menurut dr. Drajat R. Suardi, SpB(K)Onk, spesialis bedah kanker dari Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung, banyak pihak, termasuk ahli kesehatan masyarakat, menduga kuat, paparan radiasi elektromagnetik yang terjadi berulang-ulang dalam waktu yang lama akan berdampak negatif pada kesehatan manusia. Ini juga disetujui badan internasional untuk penelitian kanker, International Agency for Research on Cancer. Lebih spesifik, badan ini mengungkapkan bahwa untuk penggunaan jangka panjang, ponsel memang dapat membawa dampak buruk pada kesehatan manusia.  
Advertisement
   
Salah satu skenario yang masih terus diteliti seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Ir. Usman S. Baafai, Dipl. Ing, mantan Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Sumatra Utara, adalah frekuensi dan daya yang terdapat atau mengalir pada berbagai peralatan elektronik yang butuh daya listrik, seperti komputer, laptop, radio, televisi, radar, antena, handphone, dan oven microwave. Peralatan tersebut dapat membawa rangsangan ke dalam tubuh yang dapat menghasilkan panas atau kejutan listrik. Kesimpulan tersebut didapat pakar elektro ini setelah melakukan penelitian tentang Polusi dan Pengaruh Medan Elektromagnetik terhadap Kesehatan Masyarakat.

“Tubuh akan menyimpan sejumlah elektron dan akan memengaruhi kerja susunan saraf. Gangguan yang paling sering dialami adalah stres, pusing, dan susah tidur,” katanya, tentang efek elektromagnetik yang paling mudah dikenali. “Sekelompok peneliti internasional saat ini sedang mencari hubungan antara penyakit kanker dan medan elektromagnetik pada saluran daya dan frekuensi radio,” tambah Prof. Usman.  

Secara umum, potensi gangguan kesehatan akibat radiasi elektromagnetik pada manusia berkaitan dengan proses degeneratif yang terjadi dalam jangka panjang. Karena itu, butuh waktu puluhan tahun untuk membuktikan secara ilmiah bahwa alat elektronik dan telekomunikasi ini merupakan kambing hitam dari berbagai gangguan kesehatan di atas. Jika dikaitkan dengan kanker, kita juga tidak bisa mengaitkannya secara langsung, karena penyebab kanker sifatnya multifaktor, tidak hanya satu. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?