Entah sisi mana yang sebetulnya hanya pencitraan –banyak yang mengira Gordon sebetulnya hanya pura-pura galak-- yang pasti Gordon dan Tana adalah salah satu pasangan terpandang di Inggris.
Ketika bertemu wanita yang bernama lengkap Cayetana Elizabeth Hutcheson, pria berdarah Skotlandia itu tengah membangun kariernya sebagai chef. Ia bekerja di berbagai restoran berbintang, menjadi anak didik beberapa chef ternama di Inggris, dan bekerja selama beberapa tahun di Prancis. Dua tahun setelah menikahi Tana pada tahun 1996, Gordon membuka restoran pertama miliknya dengan bantuan ayah mertuanya, Chris Hutcheson.
Tadinya, pria kelahiran 8 November 1966 ini memercayakan urusan operasional dan keuangan bisnisnya yang makin membesar itu kepada ayah Tana, Chris. Tapi, semua itu berubah tahun 2010. Gordon memecat Chris yang dianggap memalsukan tanda tangannya pada surat jaminan sewa 25 tahun gastropub York & Albany di London. Katanya, Chris menggunakan mesin ghostwriter yang biasa digunakan Gordon untuk memberi tanda tangan pada buku-buku masaknya.
Mengetahui perbuatan ayahnya, yang waktu itu dicurigai memiliki wanita simpanan dan anak di luar nikah, Tana sempat shock. Tapi, memiliki kepercayaan besar terhadap suaminya yang jujur dan pekerja keras, Tana tak segan membela suaminya di depan publik dan pengadilan. Di hadapan hakim dan juri, ia mengungkapkan bahwa selama ini suaminya dibiarkan tidak tahu- menahu oleh ayahnya yang menjalankan bisnis dengan cara manipulatif.
“Kini saya sudah tidak pernah berbicara dengan ayah saya lagi, kecuali untuk urusan anak-anak saya. Lagi pula, percakapan kami juga sudah tidak pernah nyaman,” ungkap Tana. Wanita yang memiliki sertifikat guru Montessori ini diberi ultimatum untuk meninggalkan Gordon, kalau masih ingin dianggap anak oleh orang tuanya. Dengan mantap Tana pun memilih untuk tetap berada di sisi suaminya. (f)