Apakah Anda memiliki penyakit kronis tertentu, seperti diabetes, hipertensi, kanker, jantung, atau penyakit lainnya yang membutuhkan pengobatan kontinu setiap hari? Anda perlu memerhatikan hal-hal berikut ini:
- Melakukan pengecekan kesehatan sebelum berangkat minimal sebulan sebelumnya. “Hal ini penting agar bisa diketahui apakah kondisi kesehatannya memungkinkan ia untuk pergi. Dokter juga bisa melakukan penyesuaian dosis obat sesuai kebutuhannya,” jelas dr. Dante. Penderita diabetes atau hipertensi, misalnya. Apabila diketahui gula darah atau tekanan darahnya tinggi sebelum berangkat, maka dokter akan menaikkan dosis obatnya agar gula darah atau tekanan darahnya kembali normal.
- Semua obat-obatan ini dan alat penyertanya (jarum, semprotan hidung, pipet, dan sebagainya), bersama dengan obat-obat umum, harus dibawa dalam kabin (hand luggage) pesawat. Sebab, bisa saja penyakit Anda kambuh di tengah perjalanan. Sehingga harus berada dalam jangkauan. Cara ini juga mencegah risiko kasus hilangnya bagasi. Begitupun saat bepergian dengan mobil, kereta, atau bus, kotak obat pribadi harus mudah dijangkau.
- Kelebihan obat untuk cadangan selama perjalanan, berikut salinan resep, bisa Anda simpan di kopor bagasi. Ini penting untuk mengantisipasi jika tas jinjing Anda hilang dalam perjalanan.
- Jangan lupa memerhatikan masa kadaluarsanya. Pastikan obat tersebut masih bisa dikonsumsi hingga perjalanan Anda berakhir.
- Tanyakan nama generik obat tersebut, untuk mengantisipasi Anda butuh membelinya di luar negeri.
Reynette Fausto