Melihatnya bermain sebagus dan seindah itu, tak banyak yang tahu bahwa Bontot sempat tak percaya diri merilis album gitar solo perdananya. Padahal, ia telah mengantongi banyak jam terbang disertai skill matang. “Di tujuh album sebelumnya, saya bermain gitar diiringi band. Sehingga, kalau ada kesalahan, ada instrumen lain yang menutupi. Sedangkan kalau main gitar solo, sedikit saja ada yang salah, pasti langsung ketahuan,” aku gitaris kelahiran Jakarta, 25 Juli 1971, ini tersenyum. Memainkan gitar solo, Bontot bertanggung jawab menjaga tempo, melodi, chord, dan rhythm sekaligus secara harmonis. Dan, baginya itu tak mudah.
Meski sulit, memainkan gitar tunggal dengan teknik tepat sudah jadi komitmen Bontot. Ia mengaku, jiwanya sebagai gitaris terasa lengkap bila mampu memainkan komposisi sulit dalam format solo akustik. “Beban memainkan gitar akustik secara solo jauh lebih berat ketimbang gitaris dalam band. Namun, itu jadi tantangan tersendiri,” ungkap suami dari Ratih Mustikawati (43) ini.
Bontot mengungkapkan, 8 lagu instrumen yang ia ciptakan di album ini terbilang lebih pop, sehingga cocok di telinga siapa pun. “Tiap kali bikin lagu, saya selalu memikirkan selera pasar. Makanya, lagu-lagu saya enggak sulit, tapi juga tidak terlalu mudah. Semuanya seimbang antara skill, bobot, dan industri,” ungkap Bontot, yang juga melibatkan Saskia Gita Sakanti (15), putri sulungnya, untuk mendesain cover album Guitar Fantasy.
Di ranah musik jazz, ia menuangkan idealisme lewat grup SimakDialog, Tohpati Bertiga, dan Tohpati Ethnomission. Ia juga selalu mengasah skill di sejumlah festival musik skala nasional maupun internasional. Sarjana ekonomi lulusan Universitas Pancasila ini juga telah mencetak sukses sebagai produser album penyanyi papan atas semisal Ruth Sahanaya, Krisdayanti, Chrisye, Andien, Glenn, Marcell, hingga Terry.
“Saat menulis lagu komersial, saya menerapkan pola pikir sederhana. Idealisme pun harus dikorbankan. Namun, ketika bermain di panggung festival, barulah saya unjuk skill dan teknik. Masing-masing punya porsi sendiri,” ujar pria yang telah bermusik secara profesional selama seperempat abad ini. (f)