Food Trend
Pilihan Berbuka Puasa di Hotel

8 Jul 2015

Hotel berbintang dari tahun ke tahun selalu menjadi favorit tujuan berbuka puasa. Lokasinya yang tersebar di titik-titik strategis segitiga emas dan wilayah perkantoran lainnya menjadi solusi bagi masyarakat yang terjebak kemacetan di jam-jam mendekati berbuka. Ini pilihan femina.

•    Tien Chao, Gran Meliá Hotel: Berbuka dengan masakan Kanton dan Szechuan yang halal (foto makanan atas). Dalam harga yang sama dengan buffet Café Gran Via di hotel, tapi suasananya lebih tenang (ada private room), dengan set menu mengenyangkan. Tersedia 3 set menu yang diawali takjil, misalnya Set Menu 1, yakni Slow-Cooked Pumpkin and Seafood Soup, Sauteed Scallop US with XO Sauce, Braised Bean Curd with Mushroom, Oriental Beef Fried Rice, dan Thai Coconut Pudding. (Rp375.000++/dewasa)

•    Baharat, The Ritz-Carlton Pacific Place: Baharat (foto kiri atas) adalah tempat makan berkonsep pop-up yang diadakan selama bulan Ramadan di Grand Ballroom Foyer, lantai 4. Suasananya kental Timur Tengah, dengan hidangan mezze, grill, tagine, dan pastry Persia diracik dari resep chef tamu, Mahmoud Al-Tanayeb (The Ritz-Carlton, Dubai International Financial Centre) dan Khaled Rashwan (pastry chef dari The Ritz-Carlton, Doha). (Rp250.000++/dewasa, Rp188.000++/di bawah 12 tahun)

•    Grand Café, Grand Hyatt Jakarta: Hidangan Turki lebih dari sekadar kelezatan kebab dan doner. Mert Duran dan Ibrahim Ozbay didatangkan dari Hyatt Regency Istanbul Atakoy, sebagai chef tamu, demi menunjukkan koleksi menggugah yang tak banyak diteketahui publik Jakarta, termasuk baklava yang berbeda. (Rp378.000++/ dewasa, Rp189.000++/di bawah 12 tahun)
Advertisement

•    Teratai Chinese Restaurant, Hotel Borobudur Jakarta: Hidangan mewah oriental seperti Steamed Sultan Fish with Chopped Garlic dan King Prawn with Pumpkin  Sauce (dengan mantau goreng).  (Rp368.000++ dan Rp468.000++ dibedakan atas jenis sup).

TRIFITRIA S. NURAGUSTINA.
FOTO: TN, DOK. RITZ-CARLTON PACIFIC PLACE.
 



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?